Adi Mansar : Pencurian Sawit marak, Koperasi SUASS ambil langkah Hukum

MITRAPOL.com, Langkat Sumut – Koperasi Serba Usaha Agro Sumber Sejahtera (SUASS) telah mengambil langkah hukum terkait maraknya pencurian Kelapa Sawit di perkebunan milik mereka di Desa Sei Ular dan DesaTanjung Ibus, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

“Akibat  Maraknya pencurian kelapa sawit, Koperasi Serba Usaha Agro Sumber Sejahtera merugi  Rp 7,2 miliar. Untuk itu kami mengambil langkah hukum pidana dan perdata,” sebut Adi Mansar selaku kuasa hukum Koperasi Serba Usaha Agro Sumber Sejahtera dalam pers relisnya, Senin (23/5/2022) .

Dikatakan, sejak bulan Januari 2022 ada pihak-pihak yang memaksa mengambil alih lahan
milik koperasi, tetapi  tujuannya mencuri buah kelapa sawit milik koperasi dan merusak kantor serta fasilitas lain yang terletak di areal tersebut.

Mereka mengaku sebagai kelompok tani yang memiliki izin di kecamatan Secanggng untuk menanam mangrove dan sejenisnya, namun izin mereka tidak jelas luas dan ukuruannya.

“Kalau pun ada izinnya, pasti bukan untuk memanen buah kelapa sawit dari kebun milik klien kami,” tambah tim pengacara dari Law Firm ADIMANSAR LAW INSTITUTE ini.

Dikatakan pula, lahan seluas 365 Ha dibeli oleh Koperasi SUASS sejak tahun 2012, 2913 dan 2015, dan sejak 2015 lahan tersebut dikelola oleh koperasi.

Sekarang kelapa sawit telah berusia 12 tahun dan menghasilkan 300 ton setiap panennya, dua kali dalam satu bulan. Diperkirakan sejak terjadinya pencurian, koperasi telah kehilangan kelapa sawit sebanyak 2.400 ton, urai tim kuasa hukum terdiri dari Dr Adi Mansar SH,M.Hum, Guntur Rambe SH, MH, Doni Hendra Lubis SH, MH, Ahmad Syofyan Hussein Rambe SH, MH.

Terkait adanya kerugian cukup besar mencapai Rp 7,2 miliar, sebut Adi, maka koperasi mengambil langkah hukum dengan membuat laporan pengaduan ke Polda Sumut.

Laporan pengaduan itu antara lain, (1) Nomor:STTLP/B/139/I/2022/SPKT /Polda Sumatera Utara. (2).Nomor: STTLP/B/139/I/2022/SPKT/Polda Sumut. (3) Nomor: STTLP/B/770/ IV/2022/SPKT/PoldaSumut. (4) Nomor: STTLP/B/131/I/2022/SPKT/Polda Sumut.

Lebih lanjut, jelas Adi Mansar, pihak Polda Sumut telah melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pengurus kelompok tani yang diduga sedang mencuri buah kelapa sawit, dan sekarang sedang diproses hukum.

Untuk menghindari konflik horizontal antara sesama kelompok masyarakat, maka managemen koperasi meminta secara resmi bantuan personil kepolisian .

Perlu diketahui pula, sebut Adi, akibat pencurian itu, koperasi menderita kerugian materil sebesar Rp 7,2 miliar, terkait itu akan dilakukan upaya hukum pidana dan perdata.

Dengan begitu, tim pengacara meminta kepada pihak-pihak yang tidak mempunyai kapasitas melindungi pencurian sawit dan melakukan pengrusakan fasilitas milik koperasi. Sekaligus meminta semua pihak untuk tidak memasuki areal perkebunan milik koperasi tanpa seizin managemen koperasi.

 

 

Pewarta : ZH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.