Guru Ngaji di Desa Nanggala diduga terima uang insentif tidak utuh

MITRAPOL.com, Pandeglang Banten – Diduga karena diselewengkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, puluhan guru ngaji di Desa Nanggala, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang Banten hanya menerima uang insentif sebesar Rp 300.000

Hal tersebut diungkapkan oleh salah seorang guru Ngaji yang enggan disebutkan identitasnya yang mengatakan, ada 56 guru ngaji yang tercatat sebagai penerima uang insentif sebesar Rp 300.000, ujarnya.

Lanjutnya, sebelum kami menerima insentif tersebut, pak Sumarna Kepala Desa Nenggala mengatakan kekami bahwa insentif guru ngaji sebesar Rp 110.000 perbulan dan inikan saya kasih insentif selama 4 bulan jadi jumlah keseluruhan Rp 440.000, karena dipotong PPH dan PPN dan juga untuk kartu BPJS Prakerja jadi kami hanya menerima Rp. 300.000, kata Kades kekami.

Jadi saya merasa aneh dan heran, kok insentif guru ngaji yang kami terima berbeda dengan Desa -desa lainnya, kalau di desa yang lain Guru ngaji mendapatkan insentif sebesar Rp 750.000,- sedangkan di Desa Nanggala ini Guru ngaji cuma mendapatkan insentif sebesar Rp 300.000 per 4 bulan, pungkasnya. Kamis (26/5/2022)

Di tempat terpisah, Sekedes Nenggala, Yoman, saat dimintai keterangan mengatakan bahwa kalau untuk insentif guru ngaji untuk perbulan Rp 110.000 kali 5 bulan yang diberikan kepada masing-masing guru ngaji itu pun yang Rp 110.000 belum termasuk PPH PPN dan mereka dikenakan pajak sebesar 6 persen yang dibebankan kepada Guru ngaji, setelah itu ada yang harus dipinta ke masing-masing Guru ngaji, karena ada tunggakan akhirnya mau tidak mau itu harus untuk BPJS prakerja untuk perbulan dikenakan biaya Rp 10.000 perbulan, bebernya.

Masih ditempat yang sama, Badru, Operator Desa sekaligus Bendahara saat dimintai keterangan mengatakan bahwa PPH PPN itu kami bebankan kepada guru ngaji, itu pun ada 56 guru ngaji, yang menerima insentif guru ngaji, itu tergantung kekuatan desa, pungkasnya

Sementara itu Sumarna, Kepala Desa Nanggala sampai pemberitaan ini ditayangkan sulit untuk dimintai keterangan.

 

 

Pewarta : Heru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.