Saling Adu Data Kepemilikan Tanah Antara Ahli Waris alm Duljalal dengan Ponidi Selaku Termohon Berujung Gelar Mediasi di Desa Siliragung

MITRAPOL.com, Banyuwangi – Pemerintahan Desa Siliragung Kecamatan Siliragung menggelar mediasi Antara 4 orang Ahli Waris alm Duljalal alias Kadeni selaku Pemohon dengan Termohon Ponidi (51) warga Dusun Tegalwagah Desa Siliragung Kecamatan Siliragung pada, Selasa (31/05/2022) terkait dugaan penguasaan sebidang tanah pertanian berupa tanah sawah oleh Ponidi.

Awalnya pihak ahli waris mendatangi Ponidi dirumahnya secara kekeluargaan dengan tujuan ingin mengambil tanah sawah yang telah digarap Ponidi sekian tahun lamanya namun Ponidi berdalih tanah itu telah dibeli dari Poniran ayah kandungnya sendiri sambil menunjukan bukti dari itulah pihak ahli waris mengajukan agar permasalahan ini di mediasi di tingkat Pemerintahan Desa Siliragung.

Hadir dalam mediasi dari unsur Pemerintahan Desa Siliragung Sekdes Siliragung Khoirul, Kadus Tegalwagah Mat Untung, serta Suwito dan para termohon dan pemohon.

Saat mediasi berlangsung pihak PemDes Siliragung membukakan buku letter C sebagai dasar dokumen otentik untuk ditunjukkan pada pemohon dan termohon.

Menurut pengakuan Satuni (49) salah satu dari ahli waris alm Duljalal alias alm Kadeni bahwa tanah sawah tersebut adalah milik ahli waris dari Duljalal berdasarkan Buku Penetapan Letter C no.76 yang ditetapkan di malang pada 2 Juni 1976 dan telah tercatat atas nama Duljalal Alias Kadeni dan sampai sekarang tidak ada perubahan apapun dalam letter C terkait itu,” Kata Satuni.

Satuni juga menambahkan “Duljalal maupun kedua anaknya yaitu Kadeni dan jemali semasa hidup mereka tidak pernah menjual tanah itu kepada siapapun bahkan kami selaku anak-anak dari Kadeni dan Jemali tidak pernah jual atau sewa ke siapapun sehingga kalau Ponidi pegang bukti apapun maka harus dipertanyakan.

Sebab setahu kami Kadeni menyuruh Poniran (bapaknya Ponidi) untuk menggarap sawah itu namun belakangan ini kami dengan Ponidi telah beli tanah itu dari bapaknya sendiri bahkan tanah sawah itu rencana akan dijual sehingga kami terpaksa memperkarakan tanah sawah itu”. Tegas Satuni.

Suwito selaku pimpinan mediasi menjelaskan bahwa pihaknya hanya bisa memberikan keterangan berdasarkan buku Letter C milik Desa “Data ini dibuat sewaktu saya belum bekerja di sini, saya hanya menyampaikan berdasarkan data otentik dari buku besar Letter C yang dimiliki Desa Siliragung,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut Ponidi juga menunjukkan bukti kepemilikan lahan sawah yang dijadikan sengketa berupa Petok yang diterbitkan di Jember pada tahun 1989 atas nama Poniran.

Sementara itu Rocky Sapulette yang mewakili para ahli waris alm Duljalal alias Kadeni terkait hasil mediasi menyampaikan “Setelah mendengar penjelasan dari Suwito, kami ahli waris meminta surat keterangan dari Desa terkait peralihan tanah tersebut, dari termohon sampai ke Pemilik (alm Duljalal alias Kadeni)”. katanya.

 

Pewarta : Ferry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.