Meski di suruh sosialisasi ke warga pihak Kontraktor PT RJ diduga terkesan membandel

MITRAPOL.com, Jakarta – Proyek Pembangunan Polder/ Kolam Retensi Muara Angke dibawah Dinas Sumber Daya Air (SDA) di wilayah Waduk Kawasan Kampung Nelayan Muara Angke RW 01, kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara yang dikerjakan oleh PT. RJ diduga menuai protes dari warga meski sudah di arahkan Lurah Pluit, untuk sosialisasikan kegiatan tersebut namun belum terealisasi terkesan membandel

Proyek pengerjaan polder/Kolam Sumber daya Air (SDA) diduga belum ada sosialisasi ke warga yang terdampak kegiatan tersebut. Selasa (31/05/22).

Perlu diketahui Proyek itu, pembangunan Polder / kolam Retensi dengan Nomor Kontrak 11586/-1.793.3 Tanggal Kontrak SPMK 13 Desember 2021. Dengan masa pelaksanaan (Tiga Ratus Tujuh Puluh Hari Kalender) yang dimana banyak melibatkan kontraktor seperti, PT Rudi Jaya. PT wahana Krida Konsulindo, KSO Dengan konsultan MK PT Ciriajasa, E, C KSO, PT Elsadai Sevo Cons dan PT Tuah Agung Nugraha. Namun amat disayangkan tidak tertera berapa Nilai anggaran yang dikeluarkan, Jelas menjadi kecurigaan masyarakat.

Transparansi anggaran sudah menjadi keharusan pelaksanaan pembangunan yang dilakukan pemerintah dalam menjalankan program kerjanya. Dimulai sejak awal hingga akhir sebuah proyek yang dilaksanakan pemerintah. Yakni, mulai dari perencanaan, pelaksanaan tender proyek, sampai pelaksanaan proyek.

Aturan tersebut sudah jelas tertera dalam Undang-Undang No.14 Tentang Keterbukaan Informasi Publik. Selain Undang-Undang KIP, ada beberapa aturan lain yang mempertegas tentang transparansi pelaksanaan program pemerintah.

Pengerjaan proyek tersebut pernah di datangi oleh Lurah setempat, namun tidak ada yang dapat ditemui, kegiatan itu sudah berjalan sejak bulan puasa Lalu.

“Pernah ada yang datang terus saya pertanyakan dokumennya biar kita dapat sosialisasikan dan dapat kita undang RT, RW, LMK, Fkdm dan tokoh masyarakat lainnya, Namun Belum ada sampai Sekarang.

Pernah saya datangi terkait kegiatan proyek tersebut, Namun tidak ada orang yang ada malahan yang kerja saja, gimana ini untuk sosialisasi saja kalian susah apa sih ruginya sosialisasi, supaya masyarakat yang mendapat manfaat tahu saya bilang,” kata dia.

Namun ngomong melebar kemana mana dan tidak menunjukkan dokumen yang ia pegang kegiatan apa.? Prospek seperti apa.? supaya masyarakat yang terdampak tau Rw nya tau dan bukan hanya sekali saya kasih tau tapi tetap tidak ditanggapi memang saya aku itu bukan proyek kelurahan itu proyek SDA, tapi kalau warga seperti itukan taunya lurah satu satunya warga tidak nanya lagi nanya lagi ayo sosialisasikan.

Disisi Lain humas PT RJ Dika Simarmata memberikan Komentar melalui Via WhatsApp, Warga mana yang Ribut.? Rumah Mana yang Rusak.? karena setau saya siapa yang mengintimidasi karena setau saya warga mendukung dan beberapa orang juga mendukung kerjaaan kita, cuma yang jadi persoalan adalah kita ada ko, bukti Rekaman sosialisasi yang dihadiri oleh LMK, FKDM, RT, RW, ini juga yang menjadi pembahasan kami di perusahaan pak, berita yang diberitakan itu Hoax.

Ijin Pak ya masalah sosialisasi jelas kita sudah terarah dari walikota sampai kecamatan stop di Kecamatan, lalu kita sampaikan ini ke Lurah pak kita jelaskan secara detail di Tanggal 28 Maret kita sudah di kelurahan itu lurah mendukung ketawa ketawa memang ada permintaan pak lurah kita lakukan Sosialisasi ke warga namun saya minta tanggapan ke kecamatan Ibu Wilda,” kelit dia Selasa (30/05/22)

Arahan dari Ibu Wilda kita suruh ketemu RW saat itu RW 01 itu Sugi kita ketemuan di lapangan boleh Muara Angke, sebenarnya gini ok lah pak ini minta kegiatan sosialisasi lagi tapikan saya walaupun humas disitu pak saya tidak bisa memfinalkan permintaan hal tersebut karena diatas saya masih ada atasan lagi Pak ini bukan perusahaan saya pak, ada management harus Kordinasikan ke pimpinan.

“Kita ada dokumentasi ada absensi yang di tuntut pak lurah adalah orang orang dia tidak di undang, mohon Maaf pak kami dari perusahaan Juga perlu klarifikasi pak,” cetus dia

Itu sudah ada pertemuan pertama kedua ketiga ke Empat masa pak lurah tidak menghargai atasan saya gitu loh pak wartawan.

Nah lurah lain tidak meminta sosialisasi lagi dan mereka hanya meminta Kordinasian saja sudah lemparkan surat dan sudah berjalan. Saya juga Jadi bingung Kenapa ada berita rumah yang Rusaklah, warga yang begini begitulah, bapak carilah kebenaran sendiri mohon maaf pak, saya juga dari keluarga Hukum, apa ada sesuatu.? Keberadaan anggota Intel kodim itu sudah diketahui proyek proyek SDA Pak, tugas mereka melakukan pengamanan kita minta tolong dong supaya di kordinasikan dan sosialisasikan proyek tersebut berjalan.

Ya gak papa mau naikan terserah Bapak, bukan media saja, saya juga punya, karena menurut saya ini pencemaran nama baik pak, bukan disana saja yang punya ini pak ya karena perusahaan saya bukan perusahaan Ecek Ecek pak,” kata dia dengan nada geram

Disisi Lain Saipul RW 022 Muara Angke, informasi yang saya dapat memang akan ada 2 Rumah digeser cuma selama satu bulan ini belum ada tembusan, apakah pipa yang digeser atau Rumah yang di geser batas batasnya udah di Pilok pernah saya tinjau lagi udah ilang tanda Pilok itu, informasi bahwa itu gak jadi namun sampai sekarang belum ada tembusan jadinya kemana larinya pipa ini.

Saya sih berharap jangan sampai kena dampak proyek berjalan Babakan aman jangan sampai ada yang di rugikan warga untuk proyek pun berjalan, tutup dia saat dikonfirmasi dilokasi pembangunan Polder, kalau saya menunggu komando yang lebih luas aja gitu RW 01,” tutup dia

 

Pewarta : Shem Mp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.