Dengan alasan ada tamu dari Inspektorat, Direktur RSUD Agoesdjam Ketapang ingkar janji temui wartawan

MITRAPOL.com, Ketapang Kalbar – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Agoesdjam Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat terlihat perubahan dengan adanya pembangunan Gedung dan Fasilitas lainya, diantaranya pengadaan prasarana dan pendukung Fasilitas Pelayanan Kesehatan (DID), salah satunya adalah pengecoran jalan lingkungan disekitaran Rumah Sakit.

Biaya Proyek pengecoran jalan tersebut senilai Rp 1.840.000.000, dengan sumberdana dari DID Kabupaten Ketapang Tahun anggaran 2022 yang dikerjakan oleh kontraktor pelaksana CV. Bintang Nusantara dengan masa waktu kerja selama 120 hari kalender.

Dengan adanya fasilitas tersebut tentunya diharapkan pihak RSUD Agoesdjam bisa meningkatkan pelayananya kepada masyarakat sekitar kabupaten Ketapang ini.

Dalam proses sebuah pengerjaan tentu tetap perlu adanya pengawasan dan pertanggung jawaban dalam mengelolah keuangan milik Negara. Sebagai wujud peran serta masyarakat dalam melaksanakan pengawasan, wartawan mencoba mengkonfirmasi kepada Direktur RSU Agoesdjam atas beberapa temuan dalam pembanguan RSU tersebut.

Berdasarkan informasi masyarakat, awak media menerima informasi adanya ketidaksesuaian proses pengerjaan Proyek Pengecoran jalan ini, dilapangan terlihat ada beberapa keretakan pada pengecorannya dan terlihat hanya diplester saja, keretakan yang cukup lumayan panjang ini hanya diplester saja.

Melihat adanya keretakan pada pengecoran tersebut, dan atas ketidak sesuaian wujud pekerjaan yang berbeda dengan judul di papan plang informasi proyek, awak media berupaya mengkonfirmasi kepada Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Agoesdjam Dr. Feria yang juga menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Senin (6/6/2022)

Ketika dihubungi melalui via whatshapp, Dr Feria mempersilahkan mendatangi kantornya pada hari Senin, pukul 14.35 Wib untuk menkonfirmasi, namun sayangnya Dr Feria tidak tepat dengan janjinya yang akan menemui awak media.

Ketika awak media sampai di ruang tunggu, Dr Feria mengutus seketarisnya yang memberikan keterangan dan menjawab pertanyaan wartawan, namun karena bukan kapasitasnya, dalam menjawab pertanyaan wartawan, sang sekretaris mempersilahkan menunggu Dr. Feria.

Setelah sekian lama menunggu, dan tidak satupun yang menemui, akhirnya kami keluar dari ruangan dan meninggalkan RS.

Ketika kami meninggalkan Rumah Sakit, Dr. Feria menghubungi kami dan menyuruh kembali menemuinya, Dr. Feria menyatakan, dirinya tadi kedatangan tamu dari Inspektorat Ketapang.

Dikarenakan merasa dipermainkan dengan tidak tepatanya janji dari Dr. Feria, kami awak mendia menolak untuk kembali dikarenakan sudah jauh dari lokasi rumah sakit dan waktu sudah sore.

 

 

 

Pewarta : Roy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.