Sebarkan berita Hoax, Tiga Pentolan Jamaah Khilafatul Muslimin jadi tersangka

MITRAPOL.com, Brebes Jateng – Kepolisian Resor (Polres) Brebes, Polda Jawa Tengah menetapkan status tersangka terhadap tiga pentolan Jamaah Khilafatul Muslimin. Ketiga tersangka dimaksud.masing-masing berinisial G, AS dan D. Mereka merupakan Pimpinan Cabang Khilafatul Muslimin Brebes, Pimpinan Ranting dan Koordinator Lapangan (Korlap).

“Kita telah melakukan pemeriksaan terhadap 16 saksi termasuk saksi ahli pidana, saksi ahli sosiologi, saksi ahli agama, dan saksi ahli bahasa. Berdasarkan bukti-bukti dari penyidik, kami menetapkan tiga tersangka dari Jamaah Khilafatul Muslimin,” kata Kapolres Brebes AKBP Faisal Febrianto dalam Konferensi Pers di Mapolres setempat, Senin (6/6/2022) petang.

Ia menambahkan, untuk pasal yang dikenakan, yakni Peraturan Hukum Pidana Nomor 1 Tahun 1946 Pasal 14 Ayat 1 dan Pasal 15 dan atau 107 juncto 53 Undang-Undang KUHP.

Menurut Kapolres, dari hasil pemeriksaan itu, inti dari permasalahan tersebut adalah menyebarkan berita bohong kepada masyarakat, sehingga menyebabkan keonaran dan keresahan di tengah masyarakat.

“Kegiatan Khilafatul Muslimin berupa konvoi, pembagian maklumat kepada masyarakat membuat masyarakat Brebes merasa resah dengan ajakan-ajakan untuk bergabung dengan Khilafatul Muslimin yang tujuannya membangun sitem Khilafah,” ucap Kapolres.

Kapolres menerangkan, pihaknya akan melakukan penyidikan lebih intensif terhadap kasus tersebut.

“Kita akan berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Brebes. Sehingga berkas kasus tersebut bisa dilanjut sampai proses peradilan. Atas kasus ini, polisi juga mengamankan sejumlah alat peraga kampanye Khilafatul Muslimin,” tandas Kapolres.

Dalam.konferensi pers tersebut, Kapolres menunjukkan barang bukti yang telah diamankan. Di antaranya papan kampanye, buku-buku tentang Khilafah, struktur kepemimpinan Khilafatul Muslimin Brebes dari Umul Quro atau cabang hingga tingkat ranting atau Kemasulan. Alat peraga tersebut digunakan untuk melakukan syiar tentang Khilafah. Termasuk membagikan maklumat untuk masyarakat.

“Mereka melakukan konvoi dan sebagainya. Berdasarkan keterangan yang kita dapat, mereka sudah berdiri di Brebes dan kegiatannya sudah berlangsung sejak tahun 2014. Terkait paham radikal dan aliran finansial untuk kelompok tersebut sedang kita dalami,” papar Kapolres.

Kapolres menambahkan, pihaknya tidak melakukan penyegelan masing-masing kantor sekretariat Khilafatul Muslimin, baik di tingkat cabang maupun ranting. Hal itu lantaran kantor sekretariat merupakan rumah pribadi dari masing-masing pimpinan atau pengurus kelompok tersebut.

“Misi mereka adalah akan membuat sistem Khilafah di bawah seorang Khalifah. Sehingga umat muslim seluruh dunia bisa bersatu di bawah pimpinan Khalifah. Non muslim juga bisa bergabung asalkan bisa membayar mal untuk mereka. Perkembangan kasus ini nanti akan kita sampaikan,” kata kapolres.

Sementara itu, Kuasa Hukum Jamaah Khilafatul Muslimin, Torikhin SH MH menjelaskan, terkait pasal yang disangkakan sudah memenuhi unsur, yaitu berkaitan dengan penyebaran berita bohong. Namun sebagai penasihat hukum, pihaknya akan tetap berupaya, paling tidak terkait dengan unsur-unsur yang lain.

“Kami tidak bisa mengelak karena dua unsur sudah memenuhi. Ini haknya penyidik untuk meningkatkan statusnya sebagai tersangka. Tapi kami tetap akan mengupayakan yang terbaik untuk klien kami,” ujar Torikhin

Perlu diketahui, di Kabupaten Brebes, kelompok ini tergabung dalam struktur Umul Quro dan Kemasulan. Kemasulan Khilafatul Muslimin di Brebes tersebar di beberapa titik. Di antaranya Kemasulan Pebatan (Wanasari Brebes), Kemasulan Ulu Jami (Comal Pemalang), Kemasulan Tengki (Brebes) dan Kemasulan Sigentong (Wanasari Brebes). Kelompok ini sudah berdiri dan melakukan syiar di Kabupaten Brebes sejak tahun 2014 lalu.

 

 

Pewarta : Imaeel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.