Terobos Palang KA tewaskan 4 penumpang, Sopir Angkot dituntut 16 tahun penjara

MITRAPOL.com, Medan – Karto Manalu (39) tergolong supir angkot yang berutal. Bayangkan, dia berani menerobos saat Kereta Api (KA) akan melintas. Ujungnya, angkot yang dikendarainya ditabrak KA, sehingga 4 penumpang tewas dan peristiwanya pun viral di medsos.

Terkait peristiwa itu, warga Dusun XIV Desa Bangun Sari Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang ini pasrah dituntut 16 tahun penjara.

Tuntutan pidana 16 tahun itu disampaikan JPU Ramboo Loly Sinurat dalam sidang virtual di ruang Cakra-4 Pengadilan Negeri Medan, Selasa (7/6/2022).

Menurut JPU terdakwa melanggar Pasal 311 Ayat 4, 5 UU Nomor 22 Tahun 2006 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan Pasal 127 Ayat 1 huruf A UU Nomor 35 Tahun 2001 tentang Narkotika.

” Terdakwa dengan sengaja mengemudikan kendaraan dengan cara atau keadaan yang mengakibatkan korban luka berat dan meninggal dunia dan gunakan narkotika bagi diri sendiri,” sebut JPU

Menurut JPU, peristiwa maut itu terjadi Sabtu 04 Desember 2021 sekira pukul 10.00 WIB di Jalan Sekip Perlintasan Kereta Api Kelurahan Sei Putih Timur I Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan.

Saat mengendara, terdakwa Karto membawa tuak setengah botol aqua kecil yang diminta dari teman-temannya sebelum berangkat mencari penumpang.

Setelah itu Karto dengan menggunakan angkutan Mini Wampu dengan nomor trayek 123, No Polisi BK 1610 UE, menuju Pangkalan Jalan Kayu Putih, namun di Jalan Jamin Ginting penumpang sudah turun semua, sehingga terdakwa melanjutkan perjalanan ke Simpang Pos dan mendapatkan 10 penumpang.

Saat melintas di Jalan Sekip, tepatnya kearah Jalan Gereja, terdakwa melihat banyak kendaraan berhenti karena KA hendak melintas dan terdakwa telah melihat palang pintu KA sudah turun. Namun terdakwa merasa masih bisa melewati palang pintu, sehingga berusaha melewati dengan cara melewati berbagai kendaraan yang sedang berhenti.

Sesampainya di depan palang pintu KA terdakwa sempat melihat ke arah perlintasan untuk memastikan KA tidak melintas, lalu menerobos palang pintu.

Saat berada di tengah perlintasan, terdakwa melihat ke kiri, tiba-tiba muncul KA dari arah Binjai, sehingga terdakwa berupaya menginjak pedal gas. Namun angkot tidak sempat melewati perlintasan KA, hingga KA menabrak dinding samping kiri angkot dan mengakibatkan 4 penumpang tewas

Jaksa menegaskan, dari pengakuan terdakwa, empat hari sebelum peristiwa naas itu terjadi, terdakwa menggunakan narkotika jenis sabu.

Usai JPU membacakan nota tuntutannya, majelis hakim diketuai Oloan Silalahi menunda sidang hingga pekan depan.

 

Pewarta : ZH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.