Viral seorang bapak bopong jenazah putrinya, Ini penjelasan Puskesmas Sukarame

MITRAPOL.com, Pakpak Bharat Sumut – Jagad dunia maya dihebohkan dengan pemberitaan tentang seorang bapak yang membopong sendiri jasad putrinya yang meninggal di Puskesmas Suarame, Kecamatan Kerajaan, Kabupaten Pakpak bharat.

Dilansir dalam sebuah postingan media sosial postingan FB @Domma Dabutar disebuah grup facebook dengan narasi,”Beginilah pelayanan Puskesmas Sukarame, anak saya meninggal ingin dibawa ke rumah tapi tidak memakai ambulan malah memakai kreta saya sendiri, bagaimana pelayanan puskesmas sukarame?” banyak dikomentari beragam oleh netizen.

Beragam komentar terkait peristiwa ini datang dari ratusan netizen. Berbagai tanggapan neragam bermunculan mulai dari hujatan, empati dan sebagainya.

Sementara itu pihak Puskesmas Sukarame sendiri pasca berita ini viral telah mengeluarkan pernyataan terkait masalah ini.

Dalam pernyataan tertulisnya, Kepala Puskesmas Sukarame Nurmaya Christina Sihite, SKM menjalaskan ikhwal kejadian yang menghebohkan bumi simsim ini.

Kejadian ini bermula ketika seorang ayah dari sang bocah, Aprilia Boangmanalu datang ke Puskesmas pada 06 juni pagi, dia datang membawa anaknya usia 4 tahun dengan menggunakan kendaraan roda dua. Oleh petugas dan dokter jaga langsung diarahkan ke unit IGD dan dilakukan pemeriksaan. Namun malang, ternyata nyawa sianak tidak tertolong, tepat pukul 07.10 pagi tim dokter jaga menyatakan pasien ini meninggal dunia.

Nurmaya Sihite lalu menjelaskan, masalah kemudian timbul tentang bagaimana pasien diantar pulang. Pasalnya mobil ambulence yang biasa stanbay di Puskesmas ini sedang mengantar pasien ke Desa lain.

Kami menyarankan kepada keluarga agar menunggu mobil ambulance kita kembali dan akan segera diantarkan ke Desa mereka di Pardomuan, akan tetapi rembuk keluarga mereka kemudian memuruskan akan dibawa memakai sepeda motor saja, jelas dia kemudian.

Mengenai hal ini Kepala Puskesmas Sukarame ini kemudian menyampaikan permohonan maaf dari pihaknya atas ketidaknyamanan keluarga pasien akibat insiden ini.

Ini diluar skenario dan kemampuan kami, maafkan kami atas pelayanan kami yang kurang baik, kedepannya kami akan terus berbenah diri dana kan terus mengupayakan pelayanan terbaik, sekali lagi mohon maafkanlah atas kekurangan kami, ucap dia menyesali keadaan ini.

 

 

Pewarta : Malau

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.