Kejati Aceh membenarkan telah terima laporan dugaan mafia tanah di Nagan Raya

MITRAPOL.com, Kab Nagan Raya – Kepala Kejaksaan Negeri Aceh melalui Kasi Penkum Ali Rasab Lubis, SH. Kamis (09/06/2022) membenarkan telah menerima laporan dugaan Mafia Tanah di kabupaten Nagan Raya, namun untuk terduganya belum tau siapa saja, karena berkasnya telah diserahkan kepada atasannya untuk dipelajari terlebih dahulu,

“Benar kita telah terima laporan dari LBH-AKA atas dugaan praktik dugaan mafia tanah di Nagan Raya dan kami telah teruskan kepada Pimpinan untuk tindak lanjutnya dan kami belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut karena harus dipelajari terlebih dahulu laporannya, hukumkan tidak bisa berandai-andai,” kata Ali Rasab Lubis, SH yang dihubungi Mitrapol melalui telepon selulernya.

Sementara itu R. Medi,Ts perwakilan dari 25 orang warga pemilik tanah mengatakan, bahwa dirinya bersama warga lainya telah memberikan kuasa hukum kepada LBH-AKA untuk melakukan upaya-upaya hukum lainya guna memperoleh keadilan atas nasib mereka yang telah dirampas sepihak oleh oknum mantan ketua DPRK Nagan Raya,

Setelah dilaporkan dugaan praktik mafia tanah yang dilakukan oleh mantan ketua DPRK Nagan Raya SS, ke Kejati Aceh pada, Rabu (08/06/2022) kami pemilik tanah juga akan menempuh upaya hukum lainnya terkait penguasaan lahan kami oleh SS sang mantan ketua DPRK Nagan Raya,

“iya dalam waktu dekat ini kami melalui kuasa hukum kami dari kantor LBH-AKA Nagan Raya akan menempuh upaya hukum lainya agar status kepemilikan tanah tersebut bisa kembali kepada kami sesuai dengan dokumen sertifikat hak milik (SHM) yang dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) tahun 2009 yang lalu,” ujar R.Medi,Ts mewakili 23 warga pemilik lainya.

Lebih lanjut R, Medi, Ts mengatakan, bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mencari keadilan hukum, “namun karena yang dilawan saat itu adalah pejabat dan banyak uang maka kemenangan belum berpihak kepada warga,” papar Medi.

Sebelumnya, telah diberitakan jika Ketua Yayasan Lembaga bantuan Hukum dan Advokasi rakyat Aceh (YLBH-AKA) Nagan Raya, Muhammad Dustur, S.H., M.Kn melaporkan mantan ketua DPRK Nagan Raya atas dugaan paktik mafia tanah yang terjadi di wilayah hukum Kabupaten Nagan Raya ke Kejati Aceh, Rabu 8 Juni 2022.

Praktik mafia tanah menurut Dustur yang diduga telah dilakukan oleh mantan Ketua DPRK sejak tahun 2012 yang lalu, praktik culas ini diduga Dustur dilakukan oleh mantan Ketua DPRK Nagan Raya, yang telah mengakibatkan kerugian terhadap masyarakat yang selama ini mempunyai sertipikat hak milik yang dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Nagan Raya Tahun 2009.

“Sedikitnya 25 orang masyarakat telah mengadu kepada kami bahwa tanah mereka yang luasnya lebih kurang 50 hektar telah dikuasai secara sepihak mantan ketua DPRK Nagan Raya sejak Tahun 2012 sampai saat ini,” kata Dustur melalui pers rilis yang diterima media ini Rabu (8/6/2022).

Dustur menuturkan, masyarakat selama ini merasa tidak memiliki tempat mengadu dalam mencari keadilan.

“Maka oleh karna itu kami YLBH – AKA akan mewakili masyarakat dalam melaporkan praktik culas ini,” terang Muhammad Dustur.

Muhammad Dustur berharap kepada pihak Kejaksaan Tinggi Aceh agar menindak lanjuti laporan pihaknya sesui dengan surat Edaran Jaksa Agung Nomor 16 tahun 2021 tentang Pemberantasan Mafia Tanah, sementara itu mantan ketua DPRK Nagan Raya Samsuardi,SH yang dikonfirmasi mitrapol melalui HP seluler miliknya mengatakan bahwa itu bohong, silahkan laporkan sampai ke Malaikat.” ucapnya

 

Pewarta : Teuku Ridwan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.