Kembali jadi korban asusila, Keluarga lapor Polisi harap pelaku dihukum berat

MITRAPOL.com, Tapteng Sumut – Seorang remaja putri sebut saja Bunga umur 16 tahun warga Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) kembali menjadi korban pencabulan dan kekerasan. Peristiwa tersebut dialami korban telah terjadi hingga berulang kali.

Dari pengakuan keluarga korban, pelaku diduga warga sekitar berinisial TM umur sekitar 58 tahun.

DP (39) ibu korban mengatakan, bahwa perlakuan cabul dan kekerasan yang dialami putri keduanya dari 3 bersaudara itu diketahuinya bermula pada, Minggu (29/5) lalu.

Saat itu, terang DP, sekitar pukul (22:00) WIB, anaknya berpamitaan pergi ke rumah neneknya untuk menumpang kamar mandi yang berjarak sekitar 50 meter dari kediaman mereka.

“Sejak pergi itulah dia (korban,red), lama kali gak pulang-pulang.” Terangnya.

Lantas merasa curiga, apalagi jarak rumah neneknya tidak jauh, ibu korban lalu menyuruh anaknya yang pertama dan adeknya mencari, tapi tidak ketemu saat itu.

“Tak berselang lama, tiba-tiba dia (korban,red) berlari kearah rumah dari arah tempat yang gelap-gelap. Saya marah, saya tanya dia dari mana, ngapain dari tempat gelap-gelap?, tapi tidak dijawab, jadi saya suruh kakaknya untuk melihat kearah asal tempat korban berlari, dan disitulah terlihat si TM itu sudah tiarap nampak ketakutan di samping kandang ternak, jadi teriaklah anak sulung saya itu ini dia orangnya, jadi kami lihatlah kesitu, si TM pun langsung pergi,” ujar DP kepada wartawan, Kamis (9/6) di Pandan.

Setibanya di rumah, ia pun menanyai korban kenapa bisa bersama dengan TM di dekat kandang babi tersebut, dan korban menceritakan semua perlakuan yang dialaminya atas tindakan tak senonoh oleh TM.

Mengakulah dia (korban,red), kalo dia dicegat sama TM waktu dijalan hendak menuju rumah neneknya, dan dia (korban,red) dibawa dekat kandang itu dan di sanalah TM mencabuli korban,” lanjut DP sembari meneteskan air mata mengisahkan musibah yang dialami putrinya itu.

Tak hanya itu, korban juga mengaku bahwa peristiwa itu bukan yang pertama kali dialami korban, bahkan korban juga mendapat kekerasan fisik dari pelaku saat hal senonoh itu berlangsung.
“Waktu dia (korban,red) cerita, perlakuan cabul yang dilakukan TM kepadanya sudah ada sekitar 10 kali, itu dilakukan TM sejak bulan April lalu. Bahkan, yang paling tak bisa ku bayangkan, saat TM hendak melancarkan aksi maksiatnya itu, putri saya beberapa kali mengaku tangannya di ikat oleh TM ke belakang, dan pernah juga saat putri saya mengancam TM akan memberi tahu ke saya perlakuan TM, putri saya ditampar dan diancam akan dibunuh TM bila sampai putri saya memberi tahu saya atas perlakuannya kepada putri saya. Itulah musibah yang menimpa kami ini,”tutur DP dengan air mata yang terus bercucuran.

Ia menyebut setelah mendengar keterangan dari putrinya, DP pun bersama suaminya ARS (45) pada, tanggal 30 Mei melaporkan hal itu ke Polres Tapteng dan telah diterima dengan laporan polisi nomor : LP/B/184/V/2022/SPKT/RES Tapteng/Poldasu, tanggal 31 Mei 2022.

“Sudah kita buat laporan langsung ke Polres Tapteng, semoga pelaku cepat di proses dan dihukum atas perbuatannya,”harap DP.

Sementara, Kapolres Tapteng AKBP Jimmy Christian Samma melalui Kasi Humas Polres Tapteng AKP H. Gurning saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan tersebut. “Benar sudah diterima, sedang dalam penyelidikan ini,” ujar AKP H. Gurning.

 

 

Pewarta : SDB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.