Dihadirkan lagi, Saksi Toni Aquino cabut keterangannya di BAP dugaan korupsi PT. PSU

MITRAPOL.com, Medan Sumut – Toni Aquino, juru ukur PT Perkebunan Sumatera Utara (PSU) yang kembali dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) menjadi saksi menegaskan, mencabut tiga poin penting keterangannya di Berita Acara Pemeriksaan (BAP) penyidik.

Perdebatan sengitpun tak terhindarkan kembali terjadi antara tim penasihat hukum Darwin Sembiring yang dikomandoi Dr OK Isnainul SH.,MH.,M.Sa’i Rangkuti SH.,MH, Datuk Zulfikar SH dan Rizky Fatimantara Pulungan SH yang meminta ketegasan saksi terkait keterangannya di BAP apakah akan dicabut atau tidak.

“Iya keterangan saya di BAP di poin 8,9 dan 10 itu secara resmi saya cabut. Keterangan saya yang benar adalah sesuai fakta persidangan ini,” tegas Toni Aquino dalam persidangan di ruang Cakra-2 Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan, Kamis  (9/6/2022).

Meski awalnya Toni terkesan mencla mencle, saat kembali ditanyakan soal keterangannya di poin 8,9 dan 10 BAP, namun akhirnya setelah dikonfrontir dan diperlihatkan kembali oleh terdakwa Darwin Sembiring sejumlan tandatangan persetujuan dirinya terkait pembayaran ganti rugi dan penolakan pembayaran ganti rugi, Toni tak bisa berkilah lagi dan secara tegas mengakui mencabut keterangannya di BAP.

Bahkan anggota majelis hakim As’ad Rahim Lubis sempat menegur saksi dengan suara tinggi.” Kamu yang konsisten, jangan berubah berubah, gak selesai – selesai sidang ini,” kata As’ad dengan suara tinggi.

Mendengar hal itu, saksi Toni Aquino pun akhirnya mengaku mencabut keterangannya di BAP dan membenarkan keterangannya di persidangan.

Intervensi
Saksi Toni Aquino yang tidak konsisten dengan jawabannya diluar sidang mengaku dirinya diintervensi dalam memberikan kesaksian. Namun ia tak bersedia menjelaskan siapa
yang mengintervensi.

Menurut Toni, ia hanya disuruh membaca BAP yang sudah dibuat penyidik. ” Iya begitulah bang, awak inikan cuma bawahan, ya harus patuh apa kata pimpinan,” akunya.

Begitu juga dengan persidangan, apakah juga dalam tekanan, Toni hanya terdiam, tak bersedia mengatakan siapa orang yang melakukan penekanan terhadap dirinya.

Sebelumnya saksi Enriko Hutapea yang didengar keterangannya secara online mengaku dihadapan majelis hakim, kalau dirinya hanya melaksanakan perintah pimpinan.

“Saya hanya menjalankan perintah pimpinan, jadi apa yang saya tuangkan dalam laporan juga semuanya berdasarkan perintah dari Buchori Tumolo dari PSU,” bebernya.

Sedangkan angka-angka terkait laporannya, Enriko meyebutkan semua laporannya berdasarkan arahan dari Buchori, termasuk tentang pengukuran dan semua hasil veripikasi dan identifikasi yang dituangkan dalam laporan.

Sementara itu di penghujung sidang ada pernyataan mengejutkan dari Buchori Tumolo, yang merupakan Ketua Serikat Pekerja Indonesia ( SPI) PT.PSU.

Dihadapan majelis hakim diketuai Sulhanuddin, ia mengatakan, saat ini hasil produksi sawit 628 hektar yang telah disita Kejatisu masih tetap berproduksi dan tetap dikelola oleh PT.PSU

Diluar sidang, Dr OK Isnainul SH MH mengaku sedang berpikir untuk membuat laporan pengaduan ke Polisi terhadap saksi Toni Aquino, karena menilai kesaksiannya yang berubah ubah.

” Iya kami sedang berpikir dan mendalami keterangan saksi ini apakah sudah termasuk dalam pemberian keterangan palsu”,jelas Isnainul.

Tapi setidaknya kata dia, ada hal menarik dalam kasus ini, yakni semua sudah mulai terkuak, betapa sesungguhnya kasus tersebut sangat dipaksakan.

“Setidaknya ini memberikan pemahaman kepada majelis hakim, bahwasanya klien kita ini tidak bersalah, tidak seperti yang didakwakan Jaksa Penuntut Umum, karena itu kita berharap hakim semakin paham dan pada akhirnya memutuskan membebaskannya dari dakwaanJaksa,” pungkasnya,

 

 

Pewarta : ZH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.