Kenaikan Tarif PBB P2 Tahun 2022 dikeluhkan Masyarakat, DPRD Metro Hearing bersama Dinas BPPRD

DPRD Metro hearing bersama Dinas BPPRD terkait kenaikan tarif PBB P2, Rabu (11/5 ).

MITRAPOL.com, Metro Lampung – Soal kenaikan tarif PBB P2 yang dikeluhkan oleh masyarakat Kota Metro beberapa waktu lalu. Akhirnya, DPRD Metro melakukan hearing bersama Dinas BPPRD setempat, Rabu ( 11/5 ).

Dalam pertemuan tersebut, DPRD Kota Metro, menolak adanya kenaikan tarif PBB P2 tahun 2022, dan meminta pemkot menjelaskan kepada masyarakat adanya urgensi kenaikan pajak.

” Mengingat pada saat ini kita masih ada pandemi. Artinya dalam proses pemulihan ekonomi. Justru, kenaikan tidak ada penjelasan. Oleh karena itu, kita pun kaget terima banyak keluhan warga. Bahkan banyak pamong yang enggak berani bagikan ke rumah-rumah warga karena naiknya besar,” ujar Fahmi Anwar, selaku Ketua Komisi II.

Bahkan, Ia mendapatkan laporan warga, kenaikan tarif PBB P2 terjadi tidak merata dan tanpa penjelasan. Dimana wajib pajak ada yang mengalami kenaikan hingga seribu persen atau tahun sebelumnya.

“Ada warga sebelumnya membayar Rp. 130 ribu naik menjadi Rp 1,3 Juta. Waktu tarif tidak naik saja capaian atau realisasi kita cuma 60 persen, gimana kalau dinaikin. Kita minta ini dijelaskan dulu cara penghitungannya kepada masyarakat. Lalu dasar naiknya apa dan urgensinya apa. Ini harus disampaikan kepada warga. Jangan main tiba-tiba aja,” jelasnya.

Fahmi juga meminta, agar pemerintah harus lebih peka melihat kondisi masyarakat. Serta merubah cara-cara komunikasi yang otoriter saat membuat kebijakan baru.

“Birokrasi transparan itu jangan cuma jargon. Masa naik ratusan ribu bahkan jutaan enggak ada penjelasan. Kami meminta agar pemerintah bisa menjelaskan ke masyarakat terkait rumusan penentuan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Karena di lokasi yang sama ada harga yang berbeda, namun penentuan kenaikan tarif PBB P2 bisa serupa,” pungkasnya.

 

 

Pewarta : MM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.