Polda Sumut Gelar Konferensi Pers Terkait Permainan Judi Tembak di Dua Lokasi

MITRAPOL.com, Sumut – Pengaduan masyarakat yang selama ini kurangnya di “tanggapi” Aparat Penegak Hukum (APH) terkait maraknya permainan Judi Tembak Ikan, kini langsung di jawab oleh Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, dengan melakukan penggerebek 2 (Dua) lokasi permainan Judi Tembak yang terletak di kompleks MMTC dan kompleks Asia Mega Mas, Minggu (12/06/2022)

Dari hasil penggerebekan tersebut, Polda Sumut melalui Ditreskrimum Poldasu, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja didampingi Kabid Humas Poldasu Kombes Hadi Wahyudi memaparkan kepada wartawan mengatakan, penggrebekan di dua lokasi dengan modus usaha arena permainan ketangkasan ternyata ditemukan adanya peredaran uang yang bersifat untung-untungan sebagai taruhan.

”Awalnya memiliki izin usaha arena ketangkasan, ternyata ditemukan adanya peredaran uang dan izin usaha tersebut telah diperiksa ternyata sudah mati,” ujarnya.

Dalam penggerebekan ada 19 orang yang dijadikan tersangka dan dilakukan penahanan, namun yang bisa kita hadirkan dalam konprensi pers ini hanya 14 orang, karena 5 tersangka lainnya terkonfirmasi Covid-19,” kata Tatan, Senin (13/6/22) di Mapoldasu.

Kelima tersangka masih dilakukan pemeriksaan kesehatan dan mereka masih di Mapoldasu menunggu pemeriksaan kesehatan lanjutan. Satu orang perempuan dan 4 laki-laki. Inisial Is, Km, S, JW dan l,” ungkap Tatan.

Masih kata Tatan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, 19 orang tersangka sebanyak 7 orang diketahui sebagai pengelola antara lain 4 orang dari MMTC dan 3 orang dari Komplek Asia Mega Mas, Sedangkan yang lainnya ada sebagai pekerja dan pemain.

Dijelaskannya, dari lokasi Komplek Asia Mega Mas, ada empat mesin judi tembak ikan, kemudian mesin rolet yang diamankan, serta 15unit mesin lainnya, kemudian uang sebesar Rp 42 juta, 19unit handphone, dan 12 KTP.

Selanjutnya di Komplek MMTC, petugas mengamankan beberapa barang bukti, 4unit meja judi, 6unit mesin slot, kemudian mesin piala, serta 17 buku catatan, serta uang Rp 45 juta, 6unit handphone serta beberapa bukti lainnya

Tatan menghimbau agar melaporkan kepada polisi apabila ada praktik perjudian di lingkungannya masing-masing.

“Laporkan kepada kami apabila ada masyarakat mengetahui praktik perjudian di wilayahnya masing-masing, karena judi merupakan penyakit masyarakat yang sangat merusak,” jelasnya.

Kepada tersangka dipersangkakan dengan berbagai macam pasal seperti pasal 303 ayat (1) 1e dan atau 2e KHUPidana dengan ancaman hukuman 10 tahun subs pasal 303 ayat (1) KHUPidana dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara,” pungkasnya

 

Pewarta : Sahar Siregar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.