Polres Probolinggo Kota dinilai lambat tangani kasus penganiayaan dan pengeroyokan, Ini kata Pelapor

MITRAPOl.com, Probolinggo Jatim – Polres Probolinggo Kota dinilai lamban dalam menangani perkara tindak pidana penganiayaan dan pengeroyokan di depan umum yang dilaporkan oleh Hamna (51), warga yang beralamat di Dusun Melati Desa Pesisir, Kecamatan Sumberasih, dengan terlapor Topa (40) dan anaknya Eka (24) warga Desa Lemah Kembar Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo.

Pernyataan tersebut di sampaikan oleh Pelapor Hamna yang menerangkan bahwa pelaporan itu bermula ketika sekitar tujuh bulan yang lalu, tepatnya pada 27 November 2021 yang lalu terlapor Topa dan Eka telah melakukan tindak pidana pengeroyokan di depan umum dan penganiayaan terhadap Pelapor Hamna dan putrinya yang bernama Rodiatul Nur Hasanah hingga mengakibatkan Pelapor atau Korban mengalami luka cakar di bagian dahi, pipi dan pergelangan tangan sebelah kiri sedangkan putrinya juga mengalami luka cakar pada bagian bahu sebelah kiri sehingga baju yang dikenakan sobek dan mengalami luka sobek/terkelupas pada kuku jempol kaki sebelah kiri hingga nyaris lepas.

Pasca kejadian nahas tersebut Hamna, Rodiatul Nur Hasanah dan Tomi Hari Purnomo langsung mendatangi SPKT Polresta Probolinggo untuk melaporkan kejadian yang telah dialaminya itu, kemudian salah satu anggota SPKT mengantar Hamna Dan Rodiatul menuju RSUD dr. Mohamad Saleh Probolinggo guna di lakukan Visum.

Pernyataan yang sama juga di jelaskan oleh Tomi Hari Purnomo adik ipar pelapor Hamna yang juga sebagai saksi mata kejadian, ia mengatakan bahwa dirinya merasa tidak puas terhadap kinerja aparat kepolisian Polresta Probolinggo yang notabene lamban alias lelet dalam menangani kasus tindak pidana yang telah di alami kakak iparnya itu.

“kakak ipar bersama dengan saya dan anaknya datang ke SPKT untuk melaporkan kejadian yang telah menimpa kakak ipar saya bersama anaknya pada tanggal 27 november 2021 sekitar pukul 17.00 Wib.” jelas Tomi kepada awak media Mitrapol.

Menurut keterangan dari korban/pelapor Hamna, pasca melaporkan ke SPKT Polresta Probolinggo yang bernomor TBL/B/331/XI/2021/SPKT/POLRES PROBOLINGGO KOTA/POLDA JAWA TIMUR, ia mengaku sudah menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) tertanggal 5 Desember 2021 dengan Nomor : B/977/XII/RES.1.6/2021/Reskrim yang berisikan pemberitahuan bahwa Laporan/pengaduan pelapor telah di terima oleh Unit Reskrim Polresta Probolinggo dengan menunjuk Ipda Tri Suswahyudi SH. MM (Kanit) dan Bripka Deby Hermansyah SH sebagai (penyelidik).

Lebih lanjut, pada tanggal 11 Desember 2021 Hamna dan Rodiatul Nur Khasana kembali mendapatkan surat panggilan permintaan keterangan/klarifikasi pada hari Jumat, tanggal 17 Desember 2021.

Hal yang sama juga dialami oleh Tomi (saksi kejadian), pasalnya tertanggal 4 Januari 2022 ia juga menerima surat panggilan permintaan keterangan/klarifikasi pada hari Jumat, tanggal 14 Januari 2022.

Pasca pemanggilan para pelapor dan saksi, hamna kembali menerima SP2HP nomor : B/83/I/RES.1.6./2022/Reskrim tertanggal 27 Januari 2022 yang isinya bahwa Penyelidik telah melakukan langkah Klarifikasi terhadap Pelapor Hamna, Rodiatul Nur Hasanah, dan Tomi Hari Purnomo (saksi mata kejadian).

Di sisi lain diketahui dalam SP2HP tersebut juga menerangkan bahwa pihak penyelidik juga sudah memanggil Salim (dari pihak terlapor), namun Yang bersangkutan tidak hadir alias mangkir.

Selanjutnya selang 1 bulan 12 hari tepatnya pada tanggal 10 maret 2022 Hamna kembali menerima SP2HP nomor : B/219/III/RES.1.6./2022/Reskrim yang menerangkan bahwa penyelidik telah memanggil pihak terlapor Salim, Topa dan Eka. Namun kembali, bahwa yang bersangkutan Mangkir.

Pasca menerima SP2HP nomor : B/219/III/RES.1.6./2022/Reskrim ini Hamna mengaku hingga saat ini dirinya belum mendapatkan SP2HP lagi atau tidak mengetahui kabar perkembangan kasus yang di laporkannya itu. Jumat, (13/05/2022) (bersambung…..)

 

 

Pewarta : Lan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.