Pengusaha Kos-kosan yang miliki izin kecewa gara-gara ini

MITRAPOL.com, Medan Sumut – Kasus pro – kontra yang terjadi di Jalan Alfalah VI, Glugur Darat I, Kecamatan Medan Timur antara warga beserta Aliansi Jurnalis Hukum yang memprotes kos-kosan Alfalah Residence tak kunjung selesai.

Diketahui dari Tim Kuasa Hukum/Pengacara Joko Pranata Situmeang SH.,MH, bahwa pemilik kos-kosan Alfalah Syariah Residence tersebut memiliki surat izin yang lengkap dan sudah dapat persetujuan dari warga.

“Dulu, namanya OYO yang beroperasi penginapan harian sistem online. Sebelum client saya buka usaha ini, beliau terlebih dahulu meminta tanda tangan dan persetujuan warga setempat yang di saksikan Kepala Lingkungan Pak Supranoto,” ujar Joko Pranata Situmeang SH MH.

Seiring berjalannya waktu usaha OYO di demo oleh oknum yang mengatasnamakan masyarakat, mereka menuntut agar OYO ditutup. Aksi demo di saksikan oleh pemerintah setempat .

“Demi menjaga ketertiban lingkungan client kami menuruti keinginan mereka, walaupun beliau mengalami kerugian besar akibat ulah-ulah oknum tersebut,” tegas Joko Pranata Situmeang SH MH.

Joko Pranata Situmeang SH.,MH, mengatakan bahwasanya mereka telah membuat laporan ke Polda Sumut dengan no laporan: STTLP/B/809/IV/2022/SPKT/POLDA SUMUT serta tim Kuasa Hukum telah menyurati Walikota Medan Bapak Bobby Nasution, meminta perlindungan keamanan dan kenyamanan dari pemerintah Kota Medan.

“Client saya kecewa dan pusing dengan oknum-oknum tersebut yang mengatasnamakan warga, client saya mempunyai surat-surat izin yang lengkap, tapi kenapa selalu di ganggu usahanya. Sepertinya, Pemerintah Kota Medan, Camat, Lurah dan Trantib seakan-akan ada pembiaran spanduk yang terpampang di jalan tersebut dimana sampai detik ini tidak ada tindakan, seakan itu menjadi hiasan di wilayah Kelurahan tersebut,” ujar Tim Kuasa Hukum Alfalah Syariah Residence.

Pemilik Kos-kosan juga mempertanyakan, apakah usaha kos-kosan yang ada di Jalan Alfalah VI semuanya memiliki izin, sehingga masyarakat diam. Bangunan yang sudah ada dan sedang di bangun (kos-kosan) apakah itu mempunyai mempunyai IMB. Kenapa sampai sekarang spanduk masih terpampang dengan jelas seolah-olah pemerintah setempat tutup mata, ini kan sangat merugikan pihak pengusaha yang taat aturan yang berlaku, tegas pemilik kos-kosan

Awak media selalu berupaya mengkonfirmasi prihal tersebut kepada Kepala Lingkungan, Trantib, Lurah dan Camat namun tidak pernah di gubris saat di hubungi melalui telp/chat Whatsapp sampai berita ini diterbitkan.

 

 

Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.