Langgar kesepakatan, Aktivitas galian Tanah Merah resahkan warga kampung Salagedang

MITRAPOL.com, Subang Jabar – Aktivitas galian tanah merah di Kampung Salagedang Desa Jati Kecamatan Cipunagara tidak patuhi kesepakatan.

Sudah berjalan hingga 8 Bulan Galian Tanah Merah di Desa Jati menjadi keluhan warga. Pasalnya, kesepakatan bersama untuk menjaga lingkungan agar tidak berdebu dilanggar pihak pelaksana.

Salah seorang warga setempat Angga menuturkan, Dampak yang terjadi di desa jati sampai saat ini menyebabkan masyarakat mengalami sesak napas akibat debu yang masuk kerumah rumah dari galian tersebut, ungkapnya.

“Dalam kesepakatannya. antaranya disiang hari debu dari tanah merah tersebut akan di siram, supaya tida ada debu ke rumah-rumah warga dan kalau terjadi hujan jalan bekas limbah tanah merah yang jatuh akan di bersihkan supaya jalan tidak licin dan tetap bersih, akan tetapi kenyataannya kesepakatan tersebut di langgar oleh pihak pengusaha,” kata Angga kepada mitrapol, Sabtu (18/6/2022).

Menurutnya, Aktivitas galian tanah merah yang sangat merugikan masyarakat. Dikarenakan, pengusaha yang sudah membuat kesepakatan kepada masyarakat pada akhirnya dilanggar pihak terkait.

“Dampak dari rakusnya pengusaha, jalanan jadi licin, sehingga pengendara roda dua harus berhati-hati karena jalanan licin, sebab banyak tanah yang jatuh ke jalan akibat dari mobil yang mengangkut tanah merah dan tanah tersebut tersiram air hujan sehingga mengakibatkan jalanan jadi licin,”tambahnya.

Lanjut Angga yang merasa kecewa dengan aktivitas tersebut sempat melaporkan ke pihak pemerintah Desa untuk menindak tegas tim pelaksana agar menepati kesepakatannya untuk membersihkan, menyiram serta merapikan kembali usai aktivitas.

“Ada tanggapan dari pengusaha galian dan sudah berjanji akan membersihkan jalan usai ditegur pemerintah Desa, tetapi sangat di sayangkan sudah 3 hari ini belum ada realisasi,” tegasnya.

Pantauan Mitrapol di lokasi pekerjaan tersebut, nampak terlihat adanya aktivitas galian tanah merah tersebut banyak debu yang masuk ke rumah-rumah warga dan jalan jadi licin akibat mobil yang mengangkut tanah merah sehingga tanah tersebut banyak yang jatuh ke jalan dan tersiram air hujan.

Tim mitrapol menduga, bahwa galian tanah tersebut ilegal belum mengantongi izin, namun hingga berita ini diturunkan pengusaha galian tanah merah belum bisa di temui.

 

 

Pewarta : H. Herman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.