Paku Bumi Penyebab Penganiayaan Ponidi, Dua Pelaku Diamankan

MITRAPOL.com, Labuhanbatu – Penganiayaan terhadap Ponidi menyita perhatian banyak kalangan masyarakat. Berikut kronologis penganiayaan hingga menyebabkan luka serius warga Bilah Hilir tersebut.

Pada Jumat 17 Juni 2022 sekira Pukul 00.30 WIB korban mendatangi mobil truk container bermuatan batu paku bumi di berhentikan/setop sekolompok orang di jalan umum Dusun Sei Kasih Luar, Desa Sei Kasih Kecamatan Bilah Hilir.

Kemudian terjadi pertengkaran mulut antara korban dengan salah seorang pelaku.

“Saat itu salah pelaku tersebut bertengkar mulut langsung menampar pipi korban. Dan kemudian pelaku lainnya membanting korban secara berulang serta memukul menggunakan tangan dan alat berupa besi yang mengakibatkan korban mengalami luka,” terang Kapolsek Bilah Hilir AKP H Sumitro Margolang, Selasa (21/6/22) malam.

Atas kejadian itu korban Ponidi, kata Kapolsek, mengalami luka robek pada bagian kepala ibu jari tangan robek dan luka robek pada lutut sebelah kiri.

“Korban selanjutnya dilarikan ke Puskesmas Negeri Lama guna mendapatkan pertolongan serta perawatan,” imbuhnya.

Setelah menerima informasi terjadi kegaduhan di Desa Sei Kasih, petugas kemudian melakukan penyelidikan serta pemeriksaan terhadap saksi-saksi.

Keterangan diperoleh Tim Polsek Bilah Hilir pelaku penganiayaan diduga bernama Dogol dan Ripin.

“Selanjutnya personil unit Reskrim Polsek Bilah Hilir dan personil unit Pidum Sat Reskrim polres Labuhanbatu melakukan penyelidikan terhadap keberadaan pelaku para pelaku Penganiayaan terhadap korban tersebut,” beber Kapolsek

Setelah mengantongi ciri-ciri dan nama panggilan dari salah satu pelaku, kemudian timm mencari keberadaan pelaku bernama IPIN.

AKP Sumitro menuturkan saat itu diketahui IPIN sedang berada di Dusun Sei Kasih Luar, Desa Sei Kasih, Bilah Hilir, Labuhanbatu.

“Sesampainya Tempat dimana pelaku IPIN sedang memuat buah kelapa sawit, selanjutnya langsung dilakukan penangkapan terhadap IPIN,” kata Kapolsek Bilah Hilir

Kepada petugas, IPIN mengaku memiliki nama lengakp Muhammad Arifin Hasibuan. Ia jugamengakui telah ikut melakukan penganiayaan terhadap korban bersama temannya.

Selanjutnya dari keterangan IPIN menyebutkan pelaku lainnya, yaitu Roki, Jeki dan Dayu.

“Tim kemudian bergerak cepat memburu ketiganya. dan berhasil menangkap pelaku atas nama Roki. Namun pelaku atas nama Jeki dan Dayu tidak berada di rumah,” jelas Kapolsek.

Guna mempertanggungjawab kan perbuatannya Ipin dan Roki dibawa ke Polsek Bilah Hilir.

 

Pewarta : Marhite R

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.