Dugaan Polsek Kemayoran jalankan tugas tidak sesuai SOP, Ini penjelasan Kanit Reskrim

MITRAPOL.com, Jakarta – Ini klarifikasi Kanit Reskrim Polsek Kemayoran Jakarta Pusat AKP Fauzan. terkait dugaan penahanan terhadap tersangka N (28) yang tidak ada LP dari pihak Korban.

Diduga menggelapkan dana perusahaan seorang warga berinisial N (28) di masukkan ke dalam sel tahanan oleh Polisi di Polsek Kemayoran. Ironisnya, N mengaku belum ada surat laporan terhadap dirinya.

Menurut Kanit Reskrim AKP Fauzan “Korban bersama beberapa saksi datang ke polsek kemayoran membawa tersangka N (28) yang dimana dilaporkan ke SPKT Polsek.

Kemudian Korban dimintai keterangan oleh pihak SPKT serta Tim penyidik yang saat itu piket untuk dapat dilakukan pemeriksaan secara intensif, pemeriksaan secara detail pun dilakukan oleh pihak kepolisian.

“Menurut saya itu sudah sesuai dengan SOP kami Pak, yang dimana Korban membawa saksi saksi dan tersangka ke kantor polisi. dan kami sebagian pengayom masyarakat menerima laporan tersebut,” kata dia

Kita lakukan pemeriksaan secara detail dari pihak Korban dan tersangka kemudian dalam waktu 1×24 Jam kami lakukan pemeriksaan secara detail dari ke dua pihak, akhirnya dapat menetapkan N sebagai tersangka berdasarkan, dua alat bukti berupa print out rekening Bank milik korban serta satu unit Handphone dan 2 SIM Card milik tersangka,” tegas dia

Modus N. melakukan penggelapan anggaran dari kerja sama fiktif yang dilakukan oleh N sendiri membuat seolah dia melakukan kerjasama dengan pihak cargo Angkasa Pura dalam kegiatan antar peti mati Jenazah, dimana tersangka N memanipulasi Data seolah dia melakukan kegiatan hilir-mudik pengiriman peti Jenazah ke luar daerah padahal itu fiktif,

“Dari ulah tersangka (N) korban mengalami Kerugian 360 Jutaan selama beberapa Bulan belakangan ini,” jelas dia saat ditemui di Pos Pengamanan VIV Gate 8 PRJ

Dilain pihak, Patimah, Istri N (30) mengatakan, sudah sekitar 8 hari N disekap di tempat kerjanya, Dia juga mempertanyakan N di masukkan ke dalam sel tahanan oleh Polsek Kemayoran.

“Sudah 8 hari disekap di tempat kerjanya, cuma bisa komunikasi dari telepon, katanya dia dikunciin dari luar, kalau terjadi amit-amit, kebakaran gimana? apa Perusahaannya mau tanggung jawab.?” ucapnya saat dikonfirmasi.

Lebih lanjut, Patimah mengungkapkan, N menghubungi keluarga karena di intimidasi oleh seorang oknum yang mengaku anggota dari TNI.

“Suami saya bilang, ada orang suruhan dari perusahaan datang dan merasa di intimidasi yang mengaku seorang anggota TNI yang bertugas di PRJ Pekan Raya Jakarta.” tutup dia

 

Pewarta : Shem Mp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.