Terungkap dugaan Mark Up Anggaran Sewa Randis Pejabat IAIN Metro, Hingga Ratusan Juta

MITRAPOL.com, Metro Lampung – Terkait adanya indikasi mark up dari anggaran sewa kendaraan dinas (Randis) bagi sejumlah pejabat eselon l, ll, lll di Lembaga Institut Agama Islam Negeri Metro. Kemudian, beberapa waktu lalu tim media juga melakukan investigasi kepada pihak rental TRAC di Bandar Lampung, selaku pemberi sewa.

Indikasi terjadinya mark up/selisih anggaran terjadi dari harga sewa masing-masing kendaraan dinas yang diperkirakan hingga mencapai ratusan juta yang mengacu pada pagu anggaran pada setiap tahunnya. Bahkan, pihak TRAC Bandar Lampung menjelaskan, bahwa telah menetapkan harga sewa kendaraan harus sesuai dengan harga kantor pusat yang tertera dalam formulir brosur.

“Kalau harga sudah sesuai dengan daftar ini pak, kami tidak bisa memberikan apa-apa,” ungkap Yoga, beberapa waktu lalu, Jumat (13/5).

Selanjutnya, tim media kembali menkonfirmasi melalui sambungan telpon ke no.+62 813-6939-xxxx Bapak Dri Santoso, SH selaku PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) dari pihak IAIN Metro. Pada kesempatan itu, pihak media berharap dapat bertemu pihak-pihak terkait termasuk Agus Hamdani, guna menjelaskan secara benar persoalan sewa kendaraan-kendaraan tersebut.

“Saya enggak bisa, karena kita kawan. Nanti saya berantem, enggak enak. Kalau saya bagusnya enggak usah diberitakanlah…sudahi sajalah. Karena berita kemarin itu sudah viral. Itu enggak ada apa-apanya,” jawabnya.

Bahkan, kembali lagi ia meminta pihak media melalui pesan WhatApp untuk dapat menyudahi penelusuran terkait sewa kendaraan dinas di IAIN Metro.

 

“IAIN Metro, ini punya kota Metro harus dijaga sama sama, yang diberitain yang jelek terus, Jangan diberitain yang jelek terus bang. Sudahi aja lah,” jawab Dri Santoso, SH, melalui pesan WhatApp kepada awak media, Selasa ( 28/6).

Dari pada itu, Tim media juga kembali mengkonfirmasi Agus Hamdani selaku Bidang Perencanaan Anggaran, melalui sambungan telpon di no.Hp +62 813-4024-07XX. Ia juga menjelaskan jika persoalan itu pada ranah PPK.

“Maaf pak, itu bukan bidang saya, kalau saya bidang penganggaran. Kalau pelaksana kegiatan itu PPK nya, Pak Dri Santoso. Semuanya di PPK kalau soal deal,” jelas Agus Hamdani, melalui sambungan telpon.

Bahkan, Agus Hamdani menuturkan secara jujur tidak mengetahui secara jelas tentang nilai kontrak dari sewa kendaraan bagi pejabat IAIN Metro.

“Saya tidak tau persis, adanya selisih. Karena kalau kita menghitung alokasi anggaran dan itu sudah kami hitung ditahun sebelumnya. Soal pelaksana kegiatan, misalkan soal perubahan harga yaitu di penandatangan kontrak yang melakukan negosiasi. Jadi soal kontrak saya tidak paham,” jelasnya.

Perlu diketahui, sesuai data dari keduanya bahwa ada dugaan mark up dengan selisih dari nilai pagu anggaran di tahun 2022, yang diajukan oleh pihak IAIN Metro. Adapun perincian sewa kendaraan dinas sebanyak 17 unit sebagai berikut :

🔴 Mobil Rektor 1 unit Fortuner 12 bulan @ 13.200.000/bln = Rp.158.400.000 ( pagu anggaran Rp.196.512.000 ). Selisih kelebihan anggaran ( Rp.38.112.000 )

🔴 Mobil Warek/Kabiro/Dekan 8 unit Inova @ 8.800.000/bln = Rp.844.800.000 ( pagu anggaran Rp. 1.208.520.000 ). Selisih kelebihan anggaran ( Rp.363.720.000)

🔴 Mobil Koord.Fakultas 4 unit Terios @6.200.000/bln = Rp.297.600.000 ( pagu anggaran Rp.561.960.000 ).Selisih kelebihan anggaran ( Rp. 264.360.000 )

🔴 Mobil Kabag/LPPM/LPM 4 unit Avanza @4.700.000/bln = Rp.225.600.000 ( pagu anggaran Rp. 203.472.000 ). Selisih kekurangan anggaran ( Rp. 22.128.000 )

Jadi total selisih kelebihan anggaran sewa kendaraan dinas bagi pejabat IAIN Metro, dengan pengajuan RAB yang ada di data kurang lebih sebesar Rp. 644.064.000 ,-

Atas temuan tersebut, terindikasi adanya markp up anggaran. Oleh karena itu tim media akan meminta penjelasan dari Rektor IAIN Metro. Kedepan, tim media juga akan meminta tanggapan dari salah satu LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) di Kota Metro. Agar indikasi terjadinya dugaan penyimpangan sewa kendaraan dinas bagi pejabat IAIN Metro, dapat terungkap.

 

 

Pewarta : MM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.