Kejari Sabang gelar sidang perdana kasus TPK Pembangunan Taman Wisata dan Edukasi Gampong Aneuk Laot

MITRAPOL.com, Sabang – Jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Sabang hari ini telah mulai melaksanakan persidangan tindak pidana korupsi pembangunan taman wisata dan edukasi Gampong Aneuk laot tahun anggaran 2020 dengan agenda pembacaan surat dakwaan terhadap 2 terdakwa yakni Fatwa Amri dan Iskandar.

Tim jaksa penuntut umum Kejari Sabang yg dipimpin langsung oleh kasi pidsus Fri Wisdom Sumbayak S.H tersebut mendakwa masing-masing terdakwa dengan Pasal berlapis yaitu :

Primair pasal 2 Jo pasal 18 ayat (1) huruf a,d,dan c UU nomor 30 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dg UU nomor 20 thn 2001 ttg pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Bahwa sidang perdana tersebut dipimpin oleh hakim ketua Muhibuddin SH. MH , Sedangkan para terdakwa didampingi penasihat hukumnya Bahadur Satri S.H dan partners.

Bahwa pada sidang tersebut para terdakwa melalui kuasa hukumnya itu menyatakan akan mengajukan eksepsi (keberatan) atas surat dakwaan jaksa penuntut umum pada sidang berikutnya yg diagendakan pada hari, Jumat tanggal 15 Juli 2022.

Kajari Sabang Choirun Parapat SH MH melalui kasi intelijen Jen Tanamal, SH menyatakan bahwa tim jaksa penuntut umum akan tetap bekerja profesional dalam menuntaskan perkara ini.

Subsidiair:
Primair : Pasal 3 Jo. Pasal 18 Undang-undang RI No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang No 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP.

Primair : Pasal 2 ayat (1) Jo. Pasal 18 Undang-undang RI No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang No 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP

Sebagaimana diketahui, ke dua tersangka telah melakukan tindak pidana korupsi pada kegiatan Pembangunan Taman Wisata dan Edukasi Gampong Aneuk Laot Kota Sabang Tahun Anggaran 2020 dengan nilai anggaran sebesar Rp. 385.810.584, yang bersumber dari Dana Desa Aneuk Laot T.A. 2020.

“Hingga saat ini kedua tersangka belum mengembalikan kerugian keuangan negara tersebut dan sedang ditahan di Rumah Tahanan (RUTAN) Kelas IIB Sabang,” ujar Choirun Parapat, SH.MH.

Sesuai dengan Laporan Hasil Audit Penghitungan (LHP) kerugian Keuangan Negara/Daerah atas dugaan terhadap tindak pidana korupsi pada Pembangunan Taman Wisata dan Edukasi Gampong Aneuk Laot Kota Sabang Tahun Anggaran 2020 Nomor : 700/252/2022 tanggal 18 Maret 2022 yaitu sebesar Rp. 204.038.852.

Dia menambahkan, dalam kasus ini masing-masing terdakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 3 Pasal 18 ayat (1) huruf a dan b, ayat 2 dan 3 UU No 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

 

 

Pewarta : T. Indra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.