Yayasan Pesona Jakarta sambangi kantor Sekretariat MIOI Jakarta Utara

MITRAPOL.com, Jakarta – Perwakilan dari Yayasan Pesona Jakarta (YPJ) mengadakan kunjungan ke kantor sekretariat Media Independen Online Indonesia (MIOI) Jakarta Utara untuk melakukan diskusi soal pemberitaan terkait teman teman komunitas laki suka laki (LSL) wanita pekerja Sex (WPS) serta Transpuan (Transgender).

Diskusi tersebut dihadiri perwakilan Yayasan Pesona Jakarta (YPJ) Vito, Sebagai (Advokasi Officer) Ajit sebagai (paralegal) Yuli sebagai terkait logistik kebutuhan komunitas di layanan kesehatan (CBMFO) Sandi komunitas LSL, Cytra, Yayasan Kusuma Buana dan Herda PKBI Jakarta Utara

Menurut Ajit Paralegal YPJ, terkait dengan program kita sendiri datang kesini ingin bersilaturahmi dan memaparkan sedikit program Yayasan Pesona Jakarta (YPJ)

Yayasan Pesona Jakarta sendiri sedang melakukan program dari Kementerian Kesehatan dan Global Fund untuk mendorong pemerintah, mensukseskan getting to zero dan 95-95-95 peredaran HIV Aids di Indonesia.

“Dalam penanggulangan HIV Aids ini masih banyak stigma dan diskriminasi yang beredar di masyarakat terutama lagi ditambah dengan pemberitaan pemberitaan teman teman Media dimana ketika individu melakukan sesuatu kasus, teman teman media ini agak kurang ramah dalam penyebutan teman teman komunitas, misalkan kasus pembunuhan namun yang disebut nama HIV Aids yang disebutkan, membuat pembunuhan secara karakter komunitas bukan Individu,” ucap Ajit

Perlu diketahui Yayasan Pesona Jakarta (YPJ) adalah satu lembaga sosial masyarakat (LSM) dibidang sosial, berbagai komunitas atau jaringan komunitas

Yayasan Pesona Jakarta berdiri untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam pemenuhan hak atas kesehatan, khususnya kesehatan seksual dan reproduksi spesifiknya pencegahan dan penanganan TB, IMS, HIV dan AIDS karena semua ini berkorelasi satu sama lainya. Konstituen dari YPJ adalah seluruh masyarakat yang berisiko tinggi di Indonesia, khususnya di DKI Jakarta.

Dalam melaksanakan program pencegahan dan pendampingan, lembaga bermitra dengan pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta dan Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi DKI Jakarta dan juga lembaga donor yang memberikan kepercayaan kepada YPJ untuk menjalankan program.

Selain itu lembaga juga berjejaring dengan UNAIDS, USAID, UNDP, UNFPA dan UNICEF beserta WHO terutama bagian pencegahan HIV di badan dunia tersebut dengan perwakilanya di Indonesia dan tidak lupa semua jaringan Nasional yang beririsan dengan program HIV dan AIDS di Indonesia.

Sedangkan untuk advokasi lembaga bermitra dengan beberapa Lembaga Bantuan Hukum yang ada di Indonesia khususnya di DKI Jakarta.

Yayasan Pesona Jakarta dalam menjalankan program selalu mengikuti program dan strategi yang sedang Pemerintah lakukan, seperti Getting to Zero dan Fast-Track dimana semua bertujuan untuk mengakhiri epidemi HIV di Indonesia. Selain itu Yayasan Pesona Jakarta juga mendukung Strategi AIDS Global 2021-2025 dimana prioritas utamanya adalah.

Memaksimalkan akses dan layanan yang adil dan setara dan solusi HIV, menghancurkan hambatan untuk mencapai hasil tujuan program HIV, Sepenuhnya sumber daya dan pertahankan tanggapan HIV yang efisien dan mengintegrasikannya ke dalam sistem untuk kesehatan, sosial perlindungan, pengaturan kemanusiaan dan tanggapan pandemi.

Dimana pada saat pendemi Yayasan Pesona Jakarta mencari Strategi dan Inovasi supaya program penjangkauan dan pendampingan tetap berjalan dan tidak ada ODHIV yang terlupakan bahkan sampai putus obat.

Untungnya pemerintah dan lembaga donor sangat responsif sehingga lembaga tinggal mengintegrasikan strategi yang diberikan dengan program lembaga sehingga mendapatkan hasil yang maksimal bagi penerima manfaat.

Misi, membantu pemerintah dalam melaksanakan program pencegahan, Pengobatan, dukungan dan perawatan, terhadap TB, IMS serta HIV dan AIDS dalam rangka kesehatan dan kesejahteraan.

Membangun, mengembangkan dan memelihara komunikasi dan kerjasama yang baik antara mitra dan stakeholder yang berkepentingan untuk mencapai terpenuhinya kesehatan, kesejahteraan, kemandirian dan keberdayaan secara pisik, psikis, identitas seksual, gender serta hak seksual dan reproduksi.

Melakukan kerja advokasi menuju tercapainya kesehatan dan kesejahteraan jasmani, termasuk TB, IMS, HIV dan AIDS, serta tercapaianya kesejahteraan Masyarakat berdasarkan hak asasi manusia,Mengembangkan dan mengelola kreatifitas komunita menuju pemandirian lembaga dan komunitas

Saya hanya ingin menyampaikan kepada seluruh teman teman yang melakukan pembuatan pemberitaan tentang satu kasus yang melibatkan Individunya dan lebih Ramah dalam penulisan terkait permasalahan saja tanpa harus menyebutkan komunitas komunitasnya.

Solusi untuk pemberitaan yang sudah tayang bagaimana cara kita untuk meminta Ralat mekanisme seperti apa dan komunikasi ke mana.? jangan sampai Pemberitaan memberikan opini yang menyudutkan komunitas bukan Individu

Disisi lain saat berdiskusi, Ketua MIOI Jakarta Utara yang diwakili oleh Shem Mitrapol menjelaskan, dalam penulisan karya jurnalistik wartawan selalu mengikuti kode etik profesi menulis berdasarkan apa yang dilihat dan apa yang didengar dan menggunakan asas praduga tak bersalah ketika melakukan pekerjaannya, dengan sumber informasi yang dipastikan valid berdasarkan bukti dilapangan.

Apabila Teman teman komunitas merasa dirugikan dengan pemberitaan yang dibuat oleh teman teman wartawan dapat melakukan upaya langkah hak jawab dan klarifikasi terhadap perusahaan pers yang dimana tempat rekan rekan wartawan bekerja.

“Karena Pemberitaan yang sudah tayang dan terbit menjadi tanggung jawab perusahaan pers itu sendiri atau Pimpinan Redaksi media tersebut, itu solusi yang dapat saya sampaikan ke teman teman komunitas,” tutup Shem

 

 

Pewarta : Uler

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.