Terlapor Bantah Rudapaksa terhadap Pelajar SD, Ada Unsur Sakit Hati

MITRAPOL.com, Medan – Terkait tuduhan rudapaksa terhadap inisial N, bocah 12 tahun, warga Kec Percut Seituan yang dituduhkan kepada ID dan 4 orang lainnya, membuat ID membantah, hal itu tidak benar dan fitnah, serta adanya unsur sakit hati.

Menurut ID, warga Kec Percut Seituan yang telah dituduhkan melakukan rudapaksa terhadap N, seperti yang diberitakan di beberapa media membuat ID angkat bicara dan menganggap hal itu tidak benar.

Dalam keterangan ID kepada wartawan, Selasa (12/7/2022), mengatakan, dirinya sama sekali tak mengenal inisial N, apalagi dituduhkan hal itu.

“Saya sama sekali tak mengenal N, saya tahu N ketika pihak kepolisian dari Polrestabes Medan datang ke rumah saya, saat cek TKP kasus penganiayaan N yang dituduhkan ke saya pada tanggal 1 Juni 2022 sekitar jam 18.00 WIB, saat itu sempat terjadi keributan dimana orangtua N yang berinisial L menarik saya untuk dimasukan ke dalam mobil polisi yang melakukan cek TKP, saat itu saya diancam juga dan telah saya laporkan ke Polsek Percut juga hal pengancaman itu,” katanya.

Setelah kejadian, tiba tiba ID dan keluarganya kaget ketika mendapat kabar bahwa dirinya bukan dilaporkan ke Polrestabes Medan sebagai terlapor penganiayaan, tapi sebagai terlapor rudapaksa terhadap inisial N pada tanggal 31 Mei 2022, sekitar pukul 22.00 WIB di rumah saya dan 1 Juni 2022 siang di salah satu gudang yang dituduhkan.

“Kapan pula saya melakukannya pada tanggal tersebut diatas, pada tanggal 31 Mei 2022 sekitar pukul 22.00 WIB di rumah saya, saat itu saya baru pulang ke rumah dan dirumah saat itu ada pengerjaan keramik, dan pada hari itu juga jam 23.30 WIB, ibu N yang berinisial L sempat mendatangi rumah saya dan mencari anaknya di rumah saya sambil memvideokan melalui hpnya dan memanggil nama anaknya N, warga tahu hal itu, bahwa anaknya N tak ada di dalam rumah saya, dan berdasarkan kabar dari tetangga bahwa ada melihat L mendapati anaknya di Mesjid dekat daerah rumahnya dan pulang ke rumahnya dengan memutar dari belakang, makanya tuduhan itu tidak benar,” ungkap ID.

Lanjut ID lagi, bahwa dirinya yang dituduhkan bersama 4 orang lainnya melakukan rudapaksa terhadap N pada tanggal 1 Juni 2022 siang di salah satu gudang, membuat ID yakin hal itu sebuah kebohongan.

“Jelas tanggal 1 Juni 2022 sore, pihak Polisi datang cek TKP kasus dugaan penganiayaan, kapan pula hari itu saya dan 4 orang yang tak saya kenal juga melakukannya terhadap N, jelas ini kebohongan, siapa yang 4 orangnya dan gudang mana.? Makanya saya heran mengetahui laporan dan pemberitaan itu, saya keberatan dan akan melaporkan hal kebohongan ini juga,” terangnya.

Mengakhiri ID mengatakan bahwa pihak pelapor ada dugaan sakit hati terhadap dirinya dan keluarganya, karena sekitar bulan Febuari 2022 adik laki laki L, ibu dari N, diduga melakukan pencurian hp miliknya di rumahnya.

“Saat itu ada warga yang melihat kalau adik L pelakunya, namun kita tak ada bukti kuat, tapi sempat kita laporkan ke Polsek Percut Seituan, mungkin itu awal dari kebohongan yang saat ini terjadi, warga sekitar sini tahu tabiatnya dan sering berkelahi dengan warga sekitar juga,” pungkas ID.

Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Medan, AKP Mardianta Ginting ketika dikonfirmasi, Selasa (12/7/2022) mengatakan, laporan tersebut sudah naik ke sidik.

“Laporannya naik ke sidik, kita menindaklanjutinya, masih dalam penyelidikan mengenai tersangkanya, kita belum menetapkan tersangkanya, masih penyelidikan,” ungkapnya.

Sebelumya diberita di Media cetak dan online, Polisi masih melakukan penyelidikan terkait kasus, dugaan rudapaksa terhadap siswi SD berinisial N yang berusia 12 tahun. Dirudapaksa oleh tetangganya sendiri bersama dengan empat orang lainnya.

Korban diketahui berinisial N berusia 12 tahun, yang merupakan warga Kecamatan Percut Seituan.

Ia diduga menjadi korban rudapaksa yang dilakukan oleh pria berinisial ID bersama dengan rekan – rekannya dan hal itu terjadi dua kali, dimana awalnya, korban dirudapaksa di rumah terduga ID yang tidak jauh dari rumah korban, kejadian itu terjadi pada Selasa (31/5/2022) silam dan pada Rabu (1/6/2022).  (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.