Pemekaran wilayah Ruko 1000 berdasarkan Pergub Pasal 5,10, 11 tidak ada urusan dengan lain

Foto kantor kelurahan Cengkareng Barat

MITRAPOL.com, Jakarta – Pemekaran wilayah Rukun warga (RW) di Ruko 1000 menjadi polemik warga pasalnya banyak warga yang menentang

Seperti dikutip dari media harian wilayah jakarta barat, Pemekaran wilayah RW 008 Kelurahan Cengkareng Barat Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat menjadi 2 RW, yakni RW 008 dan RW 017 oleh Lurah Cengkareng Barat Waluyo ditolak oleh warga, lantaran dinilai tidak tepat oleh ketua RW 008 kelurahan cengkareng barat Umar Mansyur.

Menurut Umar Mansyur, RW 017 yang baru dibentuk, belum memenuhi unsur, yang seharusnya dalam 1 RT yaitu harus di isi 80 KK, dan kalau 1 RW minimal harus ada 8 RT.

“Nah RW 017 ini hanya di isi sekitar 80an kepala keluarga, dan juga hanya diisi 5 RT. Jadi kita hitung saja, kalau 1 RW ada 80 KK dibagi 5 RT, berarti kan masing- masing RT cuma ada sekitar kurang lebih 16an KK saja. Apakah itu sudah memenuhi, kan tidak,” terang Umar Mansyur, Rabu (20/7).

Sebelumnya kata Umar Mansyur, di RW 008 itu ada 13 RT. Setelah dipecah, terbentuklah RW 017 yang mempunyai 5 RT. dan 5 RT tersebut adalah dari RT 013 yang dipecah.

“Jadi pembagian wilayahnya adalah, RT 001- 012 akan masuk dalam wilayah RW 008, lalu RT 013 – 017akan masuk dalam wilayah RW 017. dan di 5 RT serta RW 017 sudah ditunjuk ketuanya oleh Lurah,” jelasnya.

Juga hal lain yang membuat keberatan atas keputusan Lurah Cengkareng Barat memecah RW 008, kata Umar Mansyur, adalah tidak melibatkan dirinya serta RT dan warga setempat dalam mengambil keputusan.

“Tau – tau sudah muncul saja surat keputusan dari Lurah, Jadi saya berharap kepada pimpinan diatas khususnya anggota dewan, untuk menindaklanjuti permasalahan ini,” beber Umar Mansyur. Kamis (21/07/22)

Sementara Lurah Cengkareng Barat Waluyo dalam isi surat keputusan lurah No 54 tahun 2022 tentang pemecahan RW 008 Kelurahan Cengkareng Barat Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat menjadi RW 008 dan RW 017 yang dikeluarkan tanggal 15 Juli 2022, menyebut dalam rangka peningkatan pelayanan masyarakat, hal itu dipandang perlu dilakukan karena luas wilayah dan jumlah kepala keluarga yang bertempat tinggal di wilayah komplek seribu kelurahan cengkareng barat kecamatan cengkareng jakarta barat sudah memenuhi ketentuan sebagaimana yang diatur dalam Pergub DKI nomor 22 tahun 2022.

“Pemecahan itu sudah dilakukan sosialisasi bahkan biro pemerintahan sudah survei Juga lokasi terkait pemecahan wilayah tersebut.

Didalam isi Pergub Pasal 5 jelas pemekaran Ruko rukan atau sejenisnya dapat dikecualikan tidak menginduk Pasal 3, melainkan pasal,10 dan 11 pembentukan pemecahan bentuk RW ditentukan Lurah setelah mendapat persetujuan dari Camat,” tutup Waluyo saat ditemui di Ruang kerja

 

Pewarta : Shem Mitrapol

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.