Gelar Coffee Morning, Pj Bupati Simeulue : Tidak ada istilah Ring 1, Ring 2 dan Ring 3

MITRAPOL.com, Simeulue Aceh – Pejabat Bupati Simeulue Ahmadlyah menggelar Coffee morning bersama Media dan Organisasi masyarakat (Ormas) di warung kopi Julhamzah Desa Air Dingin. (27/07/2022)

Acara Coffee morning dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Simeulue diantaranya Dandim, Danlanal Kapolres, Kejari dan Ketua DPRK Simeulue Simeulue, serta insan Pers dan Ormas.

Pj Bupati Simeulue Ahmadlyah menyampaikan saat Coffee morning bersama media dan Ormas, mengucapkan terimakasih kepada teman-teman wartawan dan Ormas yang sudah hadir dalam memenuhi undangan kami. Saya mengajak para Media dan Ormas mari kita membangun Simeulue ini secara bersama-sama.

“Kami juga pemerintah tidak bisa sendiri-sendiri membangun Simeulue tanpa ada bantuan dari media dan Ormas. Pemda Simeulue membuka informasi seluas-luasnya dan terbuka kepada media dan Ormas yang berkaitan dengan pemerintahan dan tidak ditutupi, dan hal itu tidak perlu ditutupi. Ucap Pj Bupati Simeulue.

Pj Bupati Simeulue menegaskan tak ada wartawan dan ormas dilingkarannya yang menempati posisi istimewa dengan Istilah Ring 1, Ring 2 dan Ring 3. Semuanya sama, silakan berkoordinasi dan komunikasi dengan Humas dan protokol daerah untuk mendapatkan informasi tentang Daerah.

PJ Bupati Simeulue mengajak para pejabat di lingkungan Pemerintah Daerah Simeulue agar berinvestasi di Simeulue. “Saya berharap kita berinvestasi di Simeulue. Jangan para pejabat di pemda ini ngomongnya investasi, tapi bangun investasi di luar Simeulue. Kan aneh itu, makanya saya ajak kita investasi di sini untuk membangun Simeulue.

Dikesempatan yang sama Kepala Kejaksaan Negeri Simeulue Aceh R Hari Wibowo, SH, MH juga memberikan sambutan positif atas penunjukan Ahmadlyah sebagai Pejabat Bupati Simeulue. Menurutnya, Ahmadlyah berbeda dengan bupati dan wakil bupati Simeulue sebelumnya yang notabene diusung oleh partai politik.

“Ini yang perlu kita kawal. Bahwa Pak Pj kita adalah orang profesional dan birokrat. Saya sering diskusi dengan beliau dan beliau tahu betul tentang tata kelola pemerintahan,” ujar R Hari Wibowo, SH, MH.

Namun demikian kata Kejari, sebagai pejabat publik tidak boleh alergi dengan kritik. Sebab, kritik itu diperlukan sebagai balance atau penyeimbang. “Kita perlu balance atau penyeimbang. Sebagai pejabat publik harus mau dikritik, itulah fungsinya media,” tutupnya.

 

 

Pewarta : Hendra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.