Hadiri RDP, Aliansi Mahasiswa Nunukan sampaikan keluhan warga perbatasan

MITRAPOL.com, Nunukan Kaltara –  Terkait Realisasi Anggaran CSR dari sejumlah perusahaan yang ada di Kabupaten Nunukan sesuai Surat Keputusan Bupati Nunukan No 188.45/305/Iab/2017 Tentang Forum Pelaksana Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan di kabupaten Nunukan, Aliansi Mahasiswa Nunukan menilai itu tidak efektif berjalan.

Aspirasi tersebut disampiakan Aliansi Mahasiswa yang dimotori Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) Nunukan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Rabu 27 Juli 2022.

Dalam kesempatan ini, Aliansi Mahasiswa Nunukan juga memohon kepada anggota dewan sebagai wakil masyarakat untuk terjun langsung kelapangan kalau perlu semua perusahaan harus tunduk dan taat terhadap Corporate sosial Responsibility agar betul-betul melaksanakan tanggungjawabnya.

Kepada pimpinan rapat yang terhormat dan kepada anggota dewan dari wilaya tiga kami turun ke sini untuk memperjuangkan CSR itu dilakukan Pengawasan agar tepat sasaran tidak efaktif kalau perusahaan langsung kepada Masyarakat perlu campur tangan pemerintah sekaligus pengawasan dari anggota dewan.

Kami mahasiswa asal wilayah tiga memohon kepada anggota dewan dan Kepada pemerintah agar perusahaan bisa membangun asrama khususnya bagi mahasiswa asal Kabudayah yang sumber anggarannya dari corporate sosial Responsibility (CSR) puluhan perusahaan perkebunan sawit dan pertambangan yang ada diwilayah tiga.

Mudah-mudahan apa yang kami sampaikan bisa menjadi perhatian Resposif Anggota dewan tidak saja dewan merekomendasikan kepada pemerintah tetap dewan untuk mengawal sehingga wacana pembangunan Asrama bisa terwujud dengan baik.

Kami sampaikan dan mengingatkan kepada anggota dewan yang terhormat utamanya anggota dewan dari daerah pemilihan wilayah III jangan melemahkan dalam melaksanaka fungsi pengawasan secara asas kewajaran dan kepatutan di dalam peraturan perundang-undangan dan peraturan pemerintah tersebut secara progresif agar tidak ada kritikan-kerikan pedas yang ada di dalam masyarakat.

Masyarakat wilayah III banyak tidak mengerti peraturan tapi mereka mengerti apa yang mereka rasakan soal pembangunan paras perbatasan yang disampaikan teman mahasiswa lainya, pemerintah buatkan satu event satu program agar paras itu hidup dan menjadi sumber pendapatan asli daerah.

di Kabupaten Nunukan berapa banyak pasar dan usaha masyarakat ada pasar yang maker ada pasar pagi ada pasar ada pasar momolo itu kan semua milik pribadi masyarakat terus mereka mau meninggalkan tempat usaha kurasa tidak munkin.

Lanjut Aliansi mahasiswa bukan hanya pembangunan bahwa kita harus memajukan Kabupaten Nunukan dengan pembangunan yang tidak pernah seperti itu bukan berarti tidak perlu, tapi kita harus melihat hari ini permasalahan masyarakat wilayah tiga hari ini mereka tidak membutuhkan pembangunan paras perbatasan dan sebagainya.

Memang betul itu berjangka waktu yang lama tapi permasalahan masyarakat hari ini mereka membutuhkan apa anak-anak mereka di Masa yang datang ujar aliansi Mahasiswa nunukan di hadapan para anggota yang berlangsung di ruang rapat Ambalat Gedung DPRD Nunukan.

 

 

Pewarta : Yuspal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.