Pertanyakan Pengelolaan Anggaran Miliaran di Tahun 2022, Kadiskes Metro Erla Andrianti : Boleh Bertanya, silahkan ke Dinkes Pak

MITRAPOL.com, Metro Lampung – Dinas Kesehatan Kota Metro, pada tahun 2022, terus menganggarkan dan menggelontorkan dana – dana untuk berbagai macam proyek kegiatan. Bahkan tidak tanggung – tanggung anggaran tersebut hingga mencapai miliaran rupiah.

Melihat data pelaporan pihak Dinkes Metro secara online ditahun 2022, ada beberapa pengelolaan anggaran dari berbagai kegiatan/ proyek yang cukup besar dan fantastis.

Adapun dari berbagai pelaksanaan kegiatan proyek maupun pengadaan barang yang cukup besar bersumber dana dari APBD dan BLUD pada tahun 2022, adalah sebagai berikut :

Biaya belanja obat – obatan pasien dengan jaminan RSUD Jend.A.Yani senilai 22,3 miliar

– Biaya belanja obat DAK senilai Rp. 2, 6 miliar

– Biaya belanja barang dan jasa BLUD Puskesmas Metro senilai Rp. 1,035 miliar

– Biaya belanja barang dan jasa BLUD Puskesmas Yosomulyo senilai Rp. 1,025.miliar

– Biaya belanja barang dan jasa BLUD Puskesmas Karangrejo senilai Rp. 446 juta

– Biaya belanja barang dan jasa BLUD Puskesmas Yosodadi senilai Rp.412 juta

– Biaya belanja barang dan jasa BLUD Puskesmas Ganjaragung senilai Rp. 567 juta

– Biaya belanja barang dan jasa BLUD Puskesmas Banjarsari senilai Rp.687 juta

– Biaya beqlanja barang dan jasa BLUD Puskesmas Iringmulyo senilai Rp. 817 juta

Perlu diketahui, bahwa data di atas belum termasuk kegiatan proyek pengadaan lainnya melalui penunjukan langsung yang tidak pula dicantumkan dalam berita ini. Itupun dengan nilai anggaran sangat bervariasi dan lebih kecil nominalnya.

Guna mempertanyakan kebenaran prihal anggaran – anggaran yang cukup fantastis dari berbagai kegiatan tersebut. Selanjutnya, tim media ini mencoba menghubungi Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Erla Andrianti, via pesan WhatApp di no.Hp 08XX 8075 XXXX dan iapun langsung memberikan jawaban singkat,

” boleh bertanya pak, silahkan ke dinkes pak. nti disiapkan dulu pak ,” jawab sang Kadis , Erla Andrianti kepada Mitrapol.com, Kamis ( 28/7 ) siang.

Namun, atas komentar dan jawaban singkat dari pesan WhatApp oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Erla Andrianti, sangatlah kurang jelas,tidak transparan dan juga tidak memuaskan. Walaupun dengan kesibukan seorang Kepala Dinas Kesehatan dan padatnya acara rapat. Seharusnya, seorang Kepala Dinas Kesehatan Metro, dapat mempersilahkan tim media ini untuk datang ke kantor dan menemui bawahannya dari salah satu pejabat yang berwenang yang membidanginya.

Selain itu, hal ini tentunya sangat berguna untuk menjelaskan fakta yang sebenar – benarnya tentang berbagai kegiatan/proyek yang akan dilaksanakan. Baik kegiatan/proyek yang sedang berjalan, maupun yang akan dijalankan.

Sementara itu, Muktaridi Ketua PWRI Metro, sangat menyayangkan atas jawaban dan komentar singkat dari sang Kadiskes.

” Tidak sewajarnya seorang pejabat sekelas Kepala Dinas Kesehatan dengan menjawab singkat pesan WhatApp dari orang ( wartawan.red) yang mempertanyakan dan sebagai kontrol sosial, terkait anggaran yang dikelola oleh dinas yang di pimpinnya ,” kata Muktaridi.

Apalagi anggaran – anggaran yang dikelola Dinas Kesehatan Metro, cukup besar dan mencapai miliaran. Tentu dalam hal kewajaran untuk diketahui oleh pihak publik.

” Mengingat anggaran – anggaran yang dikelola mencapai miliaran dari pemerintah dan harus diawasi. Sehingga kedepan tidak menimbulkan dugaan penyelewengan atas pengelolaan anggaran dana tersebut ,” tutup Muktaridi.

Pewarta : MM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.