Kelola Anggaran Fantastis, Kadiskes Metro Erla Andrianti : “RSAY Targetnya malah 160 miliar”

MITRAPOL.com, Metro Lampung – Adanya alokasi dana anggaran swakelola pada tahun 2022 pada Dinas Kesehatan Metro, yang cukup fantastis hingga mencapai miliaran. Tentu ini terkesan poya – poya anggaran dan membuat semua publik bertanya – tanya. Apakah seluruh anggaran tersebut sudah terserap dan dijalankan semua, dan ataukah fiktif belaka. Sebab, adanya dugaan korupsi bisa terjadi dimana saja dilakukan oleh pejabat setempat sebagai KPA ( Kuasa Pengguna Anggaran ).

Terkait banyaknya anggaran – anggaran hingga miliaran tersebut, Erla Andrianti selaku Kepala Dinas Kesehatan Metro mengakui, bahwa anggaran swakelola dinasnya itu dan sedang proses berjalan.

” Kalau itu 2022, berarti masih dalam proses. Silahkan lihat data aja, apa yang ingin ditanyakan,” ungkap Kadiskes Metro drg.Erla Andrianti, kepada media Mitrapol.com diruang kerjanya didampingi Sekertarisnya, Senin (2/7) siang.

Kemudian, saat ditanyakan oleh media ini mengenai kucuran nilai angaran yang cukup fantastis pada masing – masing UPT ( Unit Pelayanan Terpadu ) Puskesmas yang tersebar pada lima Kecamatan di Kota Metro. Erla Andrianti menjelaskan, bahwa pihaknya ( dinas.red ) hanya menghimpun data saja. Namun, pertanggung jawaban itu di masing – masing UPT.

” Jadi Puskes itu UPT kami, secara uangnya terakumulasi terhimpun disini dan pelaksanaan mereka sendiri atau masing – masing. Punya DPA dan RPA sendiri. Saya hanya menghimpun aja dan perencanaan masing – masing. Jadi pemda/ pemerintah tidak mau lagi. Rumah sakit lapor sendiri, puskes lapor sendiri, jadi suruh ngikut satu aja. Untuk realisasi keuangan dan perencanaan masing – masing. Kami hanya dinkes aja ,” kata Kadiskes Erla Andrianti.

Jika dilihat penggunaan anggaran oleh RSUD Ahmad Yani Metro, di tahun 2022 hingga mencapai 22,3 miliar. Tentu ini membuat semua pihak menggelangkan kepala. Tetapi Erla Andrianti menjelaskan, nilai anggaran tersebut masih jauh lebih besar dari data yang ada.

” Dia malah targetnya… malah 160 miliar, jadi kaitannya perencanaannya 160 M, untuk Rumah Sakit Ahmad Yani. Mereka kelola sendiri, kami hanya menghimpun aja laporannya atau pencatatannya untuk kami laporkan ke pemda ,” jawab singkat Erla.

Atas penyataan, Erla Andrianti bahwa keseluruhan anggaran hingga mencapai miliaran tersebut, hanyalah bersifat swakelola, bukan masuk dalam kegiatan melalui proses tender atau pihak rekanan.

” Dikira Dinkes itu besar, kita hanya menghimpun aja anggaran itu. Saya hanya menghimpun, kegiatan mereka semua dan pelaksanaan mereka semua. Kami hanya mengikuti, jadi komentar, satu pintulah ,” pungkasnya.

Fakta, bahwa Dinas Kesehatan Metro mengelola anggaran swakelola hingga mencapai miliaran dari masing – masing UPT dan bidang lainnya pada tahun 2022 sebagai berikut :

– Biaya belanja obat – obatan pasien dengan jaminan RSUD Jend.A.Yani senilai 22,3 miliar

– Biaya honor pewagai honor/THL Rp. 3,096 miliar

– Belanja jasa kesehatan adm pelaksana tugas ASN Rp.316 juta

– Biaya perjalanan dinas dalam kota Puskesmas Mulyojati Rp. 360 juta

– Biaya perjalanan dinas dalam kota Puskesmas Metro Rp. 567 juta

– Biaya perjalanan dinas dalam Kota Puskesmas Banjarsari Rp. 431 juta

– Biaya jasa tenaga kesehatan,insentif kader Posyandu balita dan kader Posyandu lansia Rp. 1,3 miliar

– Belanja obat DAK senilai Rp. 2, 6 miliar

– Belanja barang dan jasa BLUD Puskesmas Metro senilai Rp. 1,035 miliar

– Belanja barang dan jasa BLUD Puskesmas Yosomulyo senilai Rp. 1,025 miliar

– Belanja barang dan jasa BLUD Puskesmas Karangrejo senilai Rp. 446 juta

– Belanja barang dan jasa BLUD Puskesmas Yosodadi senilai Rp.412 juta

– Belanja barang dan jasa BLUD Puskesmas Ganjaragung senilai Rp. 567 juta

– Biaya transport dan uang saku dalam kota dan petugas lapangan tetap Rp. 497 juta

– Belanja kontribusi jamkes bagi PBI kegiatan pengelolaan jamkesmas Rp. 21,1 miliar

– Biaya perjalanan dinas dalam kota Puskesmas Purwosari Rp.416 juta

– Biaya perjalanan dinas dalam kota Puskesmas Yosomulyo Rp. 615 juta

– Belanja barang dan jasa BLUD Puskesmas Banjarsari senilai Rp.687 juta

– Belanja barang dan jasa BLUD Puskesmas Iringmulyo senilai Rp. 817 juta

– Pengadaan kegiatan operasional RSUD Sumbersari Bantul Rp. 710 juta

– Pengadaan kegiatan operasional dan belanja jasa tenaga kesehatan, insentif dokter spesialis RSUD Sumbersari Bantul Rp. 720 juta

Kedepan, tim media ini akan menelusuri dan memantau adanya kucuran anggaran miliaran tersebut pada masing – masing UPT dan bidang lainnya. Sehingga diharapkan langkah ini menjadi titik awal dan petunjuk demi pengungkapan dugaan terjadinya korupsi.

Pewarta : MM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.