Proyek pembangunan Peningkatan kualitas kawasan pemukiman kumuh di Desa Mekarsari Diduga Kurang Pengawasan

MITRAPOL.com, Pandeglang – Proyek pekerjaan dinas perumahan rakyat dan kawasan peningkatan kualitas kawasan permukiman kumuh dengan kontraktor PT SYARIP sepesialis karya di Desa Mekarsari Kecamatan Panimbang Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten.

Dengan nilai anggaran sebesar Rp 16.203.330.000.- bersumber dana APBD Provinsi Banten tahun anggaran 2022 diduga salah satu kegiatan pekerjaan peningkatan jalan pavingblok tidak sesuai dengan spek, dengan konsultan pengawas PT PAJAR KONSULTAN.

Pasalnya dalam pelaksanaan kegiatan pekerjaan pavingblok yang dikerjakan oleh PT Syarip Spesialis karya diduga kurangnya pengawasan dari konsultan, didalam pelaksanaan kegiatan pekerjaan paving blok tersebut, seharusnya pihak pelaksana mengedepankan mutu dan kualitas sehingga bangunan tersebut bisa di rasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Hal ini diungkapkan oleh salah satu warga desa setempat yang namanya enggan disebutkan ini menduga konsultan pengawas tutup mata. (02/8/2022)

Iya juga mengatakan bahwa, seharusnya pekerjaan jalan paving blok tersebut dibangun dengan lebar 3 m. Eh malah di bangun 1,5 m itu juga tanpa musyawarah baik itu kepada kepala desa atau ke masyarakat, seharusnya kalau memang ada perubahan atau apa yang akan dikerjakan konfirmasi dulu ke kami sebagai masyarakat, karena yang akan mengunakan jalan tersebut

“Kami sebagai masyarakat setempat, memang disitu ada rumah warga cuma sebagian jalan tersebut harus kecil semua,” paparnya.

Masih lanjut warga bahwa bangunan paving blok tersebut tanpa adanya pemadatan atau pengerasan pada dasar awal jalan tersebut, langsung di urug sama abu batu dimana bangunan tersebut mau kuat,kalau pekerjaannya asal asalan, ada apa dengan konsultan pengawasnya pak Ali,” pungkasnya

“Ditempat terpisah Agung selaku pihak pelaksana PT Syarif Spesialis Karya saat dimintai keterangan mengatakan bahwa bapak mau ketemu saya sedangkan bapak tidak tahu saya sebagai apa, dan untuk konfirmasi media LSM dan ormas ke Humas aja, saya gak punya hak jawab,” terangnya

Sementara itu Pihak PT Syarif Spesialis Karya dan konsultan Pengawas Pardi dan Ali saat dimintai keterangan melalui via WhatsApp enggan berkomentar sampai pemberitaan ini ditayangkan. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.