Diduga Perintah Kepsek Lama, Panitia PPDB SMAN 1 Metro loloskan Siswa lewat Jalur Prestasi

MITRAPOL.com, Metro Lampung – Terkait penerimaan peserta didik baru (PPDB) Online tahun 2022, di SMAN 1 Metro diharapkan berjalan dengan bersih dan tidak menerima kehadiran siswa ‘Siluman’ untuk bisa bersekolah.

Namun sayangnya, pada penerimaan PPDB Online tahun ajaran 2022/2023 untuk SMAN 1 Metro, pada pertengahan bulan Juni lalu diwarnai isu tak sedap, yakni dugaan ada permainan oleh sejumlah oknum panitia PPDB sekolah setempat yang meloloskan siswa tanpa memenuhi persyaratan dan aturan demi kepentingan pribadi.

Berdasarkan data yang dihimpun media Mitrapol.com bahwa ada dugaan salah satu siswa dari SMPN 4 Metro berhasil masuk dan diloloskan oleh sejumlah panitia PPDB melalui jalur Prestasi Non Akademik yakni Hafidz 3 juz Alquran. Tetapi, menurut informasi bahwa siswa tersebut tidak mampu dan tidak bisa menguasai dalam bacaan Alquran.

Sehingga media ini kemudian melakukan konfirmasi kepada pihak sekolah SMAN 1 Metro, mengapa dan atas dasar apa bisa meloloskan siswa tersebut.

Saat di temui pihak sekolah, Awet Setiawan selaku Plt. Kepala SMAN 1 Metro didampingi Toto Laksono Ketua Panitia PPDB menjelaskan, tidak banyak mengetahui persoalan PPDB tersebut. Mengingat, dirinya belum genap satu pekan menjabat Plt. Kepala SMAN 1 Metro.

” Aku malah enggak ngerti, saya hanya mengisi kekosongan ini. Saya akan laporan ke Provinsi dan mohon petunjuk. Kewenangan PLT seperti apa,” jawab Awet kepada media Mitrapol.com, Selasa (09/08).

Ia juga kembali menegaskan, bahwa tidak mengetahui ketidakberesan dalam PPDB di SMAN 1 Metro, terkait adanya dugaan salah satu siswa yang tidak memenuhi persyaratan namun di loloskan.

” Ya kalau saya,belum kewenangan saya. Saya tidak tahu, karena kapasitas sebagai pengawas saya tidak memasuki ke ranah yang substansif seperti itu. Karena kami pengawas bukan seperti inspektorat. Hanya terkadang kegiatan pembelajaran berjalan tidak, ada masalah tidak,” tegasnya.

Sementara itu, Toto Laksono sebagai Ketua Panitia PPDB SMAN 1 Metro, mengakui juga tidak mengetahui adanya dugaan lolosnya salah satu siswa melalui jalur Prestasi Non Akademik yang tidak sesuai aturan.

” Tidak tau, tidak tau masalah itu. Saya juga panitia PPDB,” jawab Toto dengan nada terbata – bata.

Sementara itu, guna memastikan akuratnya pemberitaan dari informasi atas dugaan lolosnya siswa tidak sesuai aturan PPDB atas perintah Kepsek. Kemudian, media ini mencoba menghubungi Purwaningsih selaku mantan Kepsek SMAN 1 Metro, melalui sambungan telp di no. 0815 4576 XXX. Namun, tersambung dan tidak diangkat.

Sesuai data dari sumber informasi yang dapat dipertanggung jawabkan, bahwa dugaan lolosnya siswa oleh panitia penguji PPDB melalui jalur Prestasi Non Akademik (hafidz Al-Quran), atas perintah dari Kepala Sekolah sebelumnya. Siswa tersebut adalah anak salah satu ASN di Kota Metro. Mengenai tim penguji siswa itu dari bidang studi agama islam ada tiga orang yaitu NH, BY dan YD.

Perlu diketahui, sebagai acuan bahwa, Kemendikbud telah mengeluarkan Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek Nomor 6998/A5/HK.01.04/2022 yang diterbitkan pada 25 Januari 2022.

Dalam surat tersebut, Kemendikburistek mengimbau seluruh pemangku kepentingan di Dinas Pendidikan daerah untuk mempersiapkan PPDB yang objektif, transparan, dan akuntabel tahun 2022/2023 sesuai dengan Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada TK, SD, SMP, SMA, dan SMK.

Tertulis jelas, melalui Jalur Prestasi bahwa dalam pasal 24 ayat 3 tertulis :

– Bukti atas prestasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b diterbitkan paling singkat enam bulan dan paling lama tiga tahun sebelum pendaftaran PPDB.

– Pemalsuan bukti atas prestasi sebagaimana dimaksud pada ayat 3, dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan.

Kedepan, tim media ini akan meminta komentar secara langsung kepada Pejabat Kabidmen Tingkat SMA pada Dinas Pendidikan Provinsi Lampung.

Pewarta : MM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.