Proklamasi Kemerdekaan Dikumandangkan di Cirebon

MITRAPOL.com, Cirebon – Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 ditandai dengan pembacaan Proklamasi kemerdekaan Indonesia di Jl. Pegangsaan Timur no. 56 Jakarta. Tapi tahukah anda 2 hari sebelumnya proklamasi sudah dikumandangkan di Cirebon?

Adalah Dokter Soedarsono seorang pejuang Indonesia yang saat itu bekerja di rumah sakit Orange (Sekarang RSUD Sunan Gunung Jati) Cirebon; Pengikut setia Sutan Syahrir ini mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 15 Agustus 1945 di alun-alun kota udang tersebut di mana dia mengikuti saran dari Doktor Syahrir.

Dimulai pada tanggal 10 Agustus 1945 saat Syahrir mendengar kekalahan Jepang dari Sekutu lewat siaran radio BBC, lewat radio pemerintah inggris itu pula ia mengetahui Jepang akan mengembalikan mandat kekuasaan Hindia Belanda kepada sekutu. Maka Sang Doktor menyampaikan kepada pengikutnya agar bersiap dengan proklamasi kemerdekaan Indonesia dan siap dengan segala konsekuensinya.

14 Agustus 1945 Soekarno dan Hatta pulang dari Saigon, Syahrir mendesak kepada Soekarno agar segera mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia tanpa memlauli sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau PPKI, karena Lembaga ini adalah bentukan Jepang yang manan apabila diikuti seolah kemerdekaan adalah pemberian dari negara matahari terbit ini, akan tetapi hal ini ditolak Soekarno. Hal ini membuat Sutan Syahrir kecewa dan iapun segera mengirimkan telegram kepada dr. Soedarsono agar segera membacakan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Lalu keesokan harinya disaksikan oleh kurang lebih serratus lima puluh orang.

Menurut tokoh muda Cirebon yang juga pemerhati sejarah H. Zaenal Muttaqin “Proklamasi Cirebon merupakan bentuk nyata perlawanan terhadap penjajah, dan sebaiknya generasi muda Indonesia dan Cirebon khususnya tahu akan peristiwa agung ini.

“Pemilihan Kota Cirebon saat itu dianggap karena kota ini relatif sepi dari pendudukan tentara Jepang. Nama dr. Soedarsono pun dijadikan nama jalan di kota Udang ini, dan beliau juga adalah ayah dari tokoh politisi ternama Juwono Soedarsono,” tambah pria yang akrab dipanggil HZM ini.

Walaupun peristiwa bersejarah tersebut tak terdokumentasi dengan baik, mulai dari naskah hingga siapa saja yang hadir tetapi pelaku sejarahnya dokter Soedarsono yang belakangan menjadi Menteri Dalam Negeri Kabinet Syahrir dan Sutan Syahrir sendiri mengakui terjadinya peristiwa tersebut.

Untuk mengenang peristiwa tersebut maka di tahun 1946 dibangun tugu proklamasi di Jl. Siliwangi Cirebon persis ditempat proklamasi tersebut dikumandangkan, tugu itu berdiri dengan megah hingga kini, peristiwa heroic inipun jadi cerita turun temurun di kalangan warga Cirebon.(DR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.