Terbukti Kepala UPT Wil.7 Disdik Prov Lampung, tutup mata atas buruknya SMKN 1 Dente Teladas Tuba

MITRAPOL.com, Tuba Lampung – Fakta tentang buruknya seperti Jorok dan tidak ada perawatan sarana dan prasarana (sarpras) keadaan sekolah di SMKN 1 Dente Teladas Tulang Bawang, menimbulkan berbagai dugaan miring. Bagaimana tidak, sekolah tersebut selama ini setiap tahunnya selalu mendapatkan bantuan BOS (Bantuan Operasional Sekolah) hingga ratusan juta.

Buruknya akses medan jalan menuju SMKN 1 Dente Teladas Tuba dan jarak kurang lebih 100 km dari pusat Kebupaten Tulang Bawang. Menambah mudahnya dugaan terjadinya korupsi anggaran yang dilakukan oleh oknum Kepala SMKN 1 Dente Teladas Tulang Bawang.

Dugaan penyelewengan anggaran oleh oknum SMKN 1 Dente Teladas Tulang Bawang, dapat dilihat dari tidak adanya perawatan ringan pada sekolah tersebut. Terbukti, ruang kantor guru tidak ada kaca (menganga) hanya ditutupi papan triplek. Pagar depan sekolah tidak beres.Cat tembok dan plapon ruang kelas mengelupas. Toilet rusak tidak bisa digunakan, halaman sekolah jorok dan kotor sampah berserakan. Belum lagi anggaran lainnya secara data dapat di manipulasi. Padahal, setiap tahun anggaran tersebut ada dan berbeda dari anggaran dan pembayaran gaji honor lainnya. Artinya, dikemanakan anggaran – anggaran tersebut.

Namun, Susanto sang Kepsek SMK 1 Dente Teladas Tulang Bawang, saat dihubungi melalui sambungan telpon di no.hp 0822 2816 XXXX , enggan menjawab telpon dan hanya melalui pesan WhatApp,

” Waalaikum salam, Maaf Pak. Tunggu dua atau tiga hari lagi, nanti akan ada yang menghubungi bapak, ” jawabnya, Jumat (12/8).

Melihat fakta yang ada, artinya Susanto selaku Kepsek SMKN 1 Dente Teladas Tuba, tidak ingin memberikan informasi kepada tim media terkait penggunaan anggaran yang dikelolanya. Padahal sekolah tersebut juga masuk dalam pengawasan dari UPT wilayah 7 (Mesuji & Tulang Bawang) pihak Disdik Provinsi Lampung.

Kemudian, terkait buruknya keadaan sekolah tim media ini menghubungi Drs.Joko Santoso selaku Kepala UPT wil.7 Disdik Provinsi Lampung, melalui sambugan telp di no.Hp 0822 8265 xxxx dan memberikan jawaban.

” Kemarin saya sidak, karenakan lagi musim hujan juga dan ada material masuk,” jawab Joko kepada media Mitrapol.com, Jumat (19/8) siang.

Atas jawaban itu, selanjutnya tim media juga mempertanyakan terkait tentang pengawasan dan jadwal kunjungan oleh pihak UPT wilayah 7 Disdik Provinsi Lampung, di SMKN 1 Dente Teladas Tulang Bawang.

” Ya …enggak tentulah, namanya jauh. Wilayah kita kan banyak Mesuji dan Tulang Bawang. Dari media yang masuk itukan, saya sidak terus dibersihkan sekolahnya,” kata Joko.

Namun, Joko selaku pihak UPT wilayah 7 Disdik Provinsi Lampung, justru berkilah, bahwa tidak adanya pewaratan sekolah beralasan karena banyaknya guru honor. Sehingga BOP (Bantuan Operasional Pendidikan) khususnya anggaran sarpras dialihkan. Padahal, porsi ataupun anggaran masing – masing sangatlah berbeda.

” Terkait BOP, mayoritas guru honor ada 29 orang dan PNS 4 orang memang porsi klausul untuk guru gede juga. Artinya enggak ada apa – apa. Dana sarpras ada tapi porsinya kecil,” kilahnya.

Kesimpulannya, bahwa selama ini kurang adanya pengawasan dari Kepala UPT wilayah 7 Dinas Pendidikan Provinsi Lampung. Terbukti setelah pihak UPT wilayah 7 Disdik Prov.Lampung, melakukan kunjungan di sekolah tersebut, baru ada pembenahan.

Artinya, selama ini pihak UPT wilayah 7 Disdik Provinsi Lampung, terkesan tutup mata. Padahal, jika melihat buruknya keadaan sekolah SMKN 1 Dente Teladas Tuba, dan banyaknya anggaran yang diterima dan dikelola. Kuat dugaan dana – dana tersebut diselewengkan oleh oknum Kepala SMKN 1 Dente Teladas Tulang Bawang.

Jika melihat jumlah anggaran dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah ) yang di terima dan di kelola oleh SMKN 1 Dente Teladas sejak tahun 2020 – 2021, berjumlah Rp. 760.277.000, terdiri dari:

– Penerimaan Dana BOS Tahun 2020 Rp. 325.440.000

– Penerimaan Dana BOS Tahun 2021 Rp. 434.837.000

Indikasi adanya dugaan Korupsi dana BOS di beberapa item :

– Anggaran perawatan sekolah (Sarpras) Rp. 99.061.000
– Anggaran bagi pembelajaran Ekstrakurikuler Rp.86.347.000.

Kedepan, tim media juga akan segera menemui pihak Kabid SMK di Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, dan meminta tanggapan atas buruknya kinerja pengawasan dari pihak UPT wilayah 7 Disdik Provinsi Lampung.

 

Pewarta : MM/Dedi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.