Parah,,! Mobil disita Leasing MPM, Debitur di Suruh Bayar Uang penarikan Sebesar 70% dari 15 Juta

MITRAPOL.com, Pandeglang Banten – Seorang nasabah lembaga pembiayaan leasing MPM Cabang Cilegon membeli mobil baru merk Daihatsu Sigra dengan sistem cicilan ke Leasing MPM dengan masa kredit atau tenor selama 48 bulan.

Nasabah berinisial FW warga Kampung Kadu Dampit Pandeglang Banten telah melakukan kredit/mencicil sebanyak 12 kali angsuran namun baru menunggak 3 bulan saja, mobil tersebut sudah langsung dirampas oleh pihak MPM dan anehnya harus membayar lunas mobil itu, baru bisa nasabah mendapatkan mobilnya kembali.

Pihal leasing MPM kata FW juga tidak pernah memberikan surat resmi penarikan kepada kreditur.

“Kita baru macet 3 bulan, angsuran per bulan …. parah sekali, kontrak perjanjian kredit saja kami tak pernah diberikan, baru kemaren saya minta diberikan,” ujarnya FW di Pandeglang, Senin 22 Agustus 2022

Tak hanya itu, sejumlah kejanggalan lainnya juga terungkap, FW menceritakan kejanggalan pertama harus membayar membayar sekitar Rp. 130.000.000.00,- ( Seratus Tiga Puluh Juta Rupiah) jika ingin mobil tersebut kembali ketangan Debitur dan langsung bias bawa BPKB unit tersebut,” katanya

“Kejam sekali, pas saudara saya yang bawa mobil itu tiba-tiba distop dan diambil mobilnya. Kami pun sudah tawarkan siap untuk bayar kredit 3 bulan tunggakan, ditambah biaya tarikan Rp15 juta siap kita dibayar, namun mereka tetap memaksa kami untuk bayar lunas,” jelasnya.

“Sejumlah itu yang harus dibayar tidak bisa nego dan mobil itu sekarang tidak jelas dimana keberadaannya,” kata FW

Royen Siregar selaku ketua LSM SANRA (Sayap Amanah Nusantara) DPW Banten ini membenarkan apa yang dialami oleh Frangky Wijaya yang merasa mobilnya dirampas ditengah jalan.

Betul berdasarkan kuasa yang diberikan oleh saudara Franky terhadap kami untuk mengurus permasalahan yang dialami oleh beliau sudah mencoba mendatangi kekantor leasing MPM cabang Cilegon untuk mengajukan bahwa ketelatan dari klien kami yaitu selama 3 bulan bahkan siap membayarkan untuk 4 jalan dan siap membayarkan biaya tarik sejumlah Rp. 5.000.000.

Pertama kami sudah mendatangi kantor leasing MPM pada tanggal 23 Juni 2022 bulan lalu, dan kami mendatangi kantornya untuk yang kedua kalinya 6 Juli 2022 dan ketemu kepala Cabangnya tapi hanya mengatakan, akan diajukan berdasarkan permintaan kami sesuai surat yang kami kirimkan.

“Tapi mana sampai detik ini belum ada jawaban seakan pihak leasing mengulur-ngulur waktu supaya terlihat bahwa ini kesalahan pihak konsumen yang tidak mau ngurus dan pihak leasing bebas melelang kendaraan konsumen yang memang sebelumnya pernah mengatakan sebelumnya unit akan dilelang,” terang Royen. Senin, (22/8/2022).

Adapun informasi yang sudah kami dapatkan melalui pesan whatsappnya Gian dari salah satu staf Leasing MPM cabang Cilegon mengatakan “Siang bang, saya sudah share berita dari abang ke pimpinan dan info dr pusat unit bisa diambil kembali dengan catatan bayar sesuai jumlah tunggakkan dan membayar biaya fee eksternal maks 70% nya dr angka Rp15jt, apabila pihak abang setuju maka akan segera diajukan memo kembali dan secepatnya untuk proses approval,” cakap Staf MPM di Chat Whatsa’Ap.

“Pihak leasing MPM menekankan konsumen untuk membayarkan fee eksternal 70%, sedangkan kami sebagai yang dikuasakan oleh bapak Franky siap membayarkan biaya eksternal sejumlah Rp. 5.000.000,00 (Lima Juta Rupiah) sedangkan mobilnya dirampas dijalan, dan jelas tindak pidana sesuai pasal 365, apa memang pasal itu pasal karet,” tanya Royen.

Kita di negara Republik Indonesia semuanya diatur sesuai undang-undang, lucu aja, mobil dirampas dijalan yang sangat jelas melanggar pasal 365 dan konsumen harus membayar tukang rampas yang sebesar 70% dari angka yang mereka tentukan yaitu 15jt. waww ini juga kami duga suatu pemerasan terhadap Debitur,” tegas Royen.

Jika pihak leasing seperti ini sangat kuat dugaan bahwa ini kelicikan pihak leasing yang tidak memikirkan hak dari konsumen dan mutlak keuntungan mereka,” tegas Royen.

Hal ini tidak bisa dibiarkan, etikad baik kami sebagai tim kuasa bapak Frangky Wijaya sudah secara baik-baik datang dan memohon, dan kami akan melakukan langkah secara Hukum, jika perlu kami akan melakukan demo didepan kantor leasing,” tutupnya.

Tim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.