Waduh,! Tersangka DPO PDP diduga akan melarikan diri ke Luar Negeri

MITRAPOL.com, Kotamobagu – Kasus yang menimpa tersangka Pamella Damaiyanti Pandjaitan alias PDP terbilang cukup langka di kota Kotamobagu. Pasalnya, ada tiga kasus yang langsung menjadikan dia tersangka dengan laporan yang sama. Yaitu penghinaan dan pencemaran nama baik.

Namun bukan PDP namanya kalau tidak ada langkah yang akan dia tempuh untuk melawan. Meski dari beberapa kali panggilan sampai ditetapkan TSK dan DPO dia mangkir namun PDP tetap melakukan gugatan praperadilan terhadap penyidik Mapolres Kota Kotamobagu ke Pengadilan Negeri Kota Kotamobagu.

Menanggapi hal tersebut, Chandra E Damopolii selaku pelapor merasa bahwa ini hanyalah mainan TSK saja agar terjadi penundaan penahanan dan persidangan terhadap kasus yang menimpa PDP.

“Ini adalah salah satu upaya untuk menunda proses hukum yang ada, karena penetapan DPO terhadap PDP sudah hampir dua bulan dan belum juga dilakukan pencarian dan upaya paksa untuk dihadirkan dihadapan penyidik,” ucap Damopolii dengan nada kesal.

Bahkan tambah Damopolii, meski PDP sudah berstatus DPO masih saja dia membuat heboh publik dengan melakukan tindakan penganiayaan terhadap anak kandungnya sendiri. Ini kemudian membuktikan bahwa orang ini tidak ada sama sekali efek jera atas apa yang sementara dia alami hari ini.

“Kami meminta kepada pihak PN Kotamobagu agar mempercepat proses praperadilan PDP karena sempat terdengar kabar dari orang terdekatnya bahwa dia lagi mengurus passpor untuk berangkat ke Luar Negeri. Nantinya yang kami takutkan sebentar nanti bila praperadilan PDP dinyatakan rancuh dan kalah maka PDP akan berpotensi melarikan diri,” tegasnya.

Sehingga, tambah Damopolii lagi jika diperkenankan dan memang bisa maka dirinya selaku orang yang melaporkan PDP meminta juga ke pihak PN agar bisa memerintahkan pihak kepolisian untuk menjemput PDP di Jakarta saat proses praperadilan berlangsung. Sehingga upaya untuk melarikan diri lagi tidak akan terjadi.

“PDP selama proses penyidikan dan penyelidikan tidak pernah bersikap kooperatif terhadap penyidik Mapolres Kotamobagu ,dan bahkan saat PDP dinyatakan sebagai TSK malah dia lari ke Jakarta dan berdiam diri disana.

“Demi nama keadilan dan untuk menjaga hal yang tidak di inginkan maka kami meminta agar praperadilan dipercepat dan PDP bisa dijemput sementara dan dijadikan pantauan pihak kepolisian agar tidak ada upaya melarikan diri dan atau menghilangkan barang bukti,” tutup Damopolii.

 

Pewarta : Anjas Maindoka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.