Dugaan jual beli LKS, Kepsek akui itu dilakukan oknum Guru SDN Dadap 3

MITRAPOL.com, Tangerang Kabupaten Banten – Terkait beredarnya pemberitaan jual beli LKS oleh oknum Guru SDN Dadap 3, dengan biaya Ratusan Ribu Rupiah per Paket Satu Semester, Kepala Sekolah mengakui itu dilakukan oleh uknum Guru SD Kelas 5.

Keterangan itu disampaikan langsung oleh Kepala Sekolah SDN Dadap 3 saat dikonfirmasi terkait hal tersebut di ruangan kerjanya. Jumat (26/08/22)

Jawaban saya begini ya, sampai dimana pun jawaban saya enggak berubah-ubah begitu kemarin tukang buku penerbit bukunya enggak konfirmasi, saya enggak dianggap seperti patung Guru yang sudah langganan dulu itu gak ngomong lagi enggak ini, kordinasi terus ada LSM deh yang tau terus di foto.

Saya sendiri kaget ada LKS di Meja Ruangan Guru yang mesen Bu Asma itu saat dicari dia gak ada pokoknya saya mau cari tau siapa penerbit yang kirim ke sekolah ini, dan akhirnya saya dapat pak nama itu penerbit buku LKS dan dimana mencetaknya.

“Saya hubungi dia untuk komunikasi siapa yang pesan dia bilang saya hanya menyampaikan LKS itu sesuai dengan pesanan, ucap Kepala Sekolah, meniru gaya bicara pemilik penerbit buku LKS yang sudah bukan kurikulum yang digunakan.

Yang jelas itu LKS bukan ajaran kurikulum yang saat ini digunakan itu racun bagi kami, Korwil kami dan sekolah lain Tolong bawa lagi untuk menyelamatkan semua dan kemudian esoknya Itu buku sudah tidak ada di Meja Ruang Guru gak tau itu dibawa kemana, tau tau kok ada Orang Tua Murid yang beli LKS dari oknum Guru yang mengajar di kelas 5.

Saat ditegur dia menyampaikan, pak kenapa baru sekarang sekarang bermasalah, Kepala Sekolah dulu enggak ada masalah, baru Kepala Sekolah Bapak aja baru dimasalahkan, ucap Kepala Sekolah saat menirukan bicara Bu Asma.

Disisi lain saat dikonfirmasi, Bu Asma di Ruangan yang sama, Jujur ya pak ya Kepala Sekolah sudah melarang, dia bilang Media belajar itu banyak, kemarin kita Covid selama 2 Tahun anak Main Hp terus sekarang kan sudah tatap muka, kalau sekarang Anak kita kasih HP terus apa enggak bahaya pak, belajar sebentar gamenya bisa lebih dari itu, bahkan anak saya ada yang mau di operasi karena HP barusan Orang Tuanya bilang jadi orang tua Wali Murid otomatis anak suruh nyatet dengan materi dan tema kan enggak mungkin kita suruh nyatet tanpa ada materi, kelitnya.

Karena keluhan dari anak anak orang tua datang ke saya kalau LKS itu bukan saya yang suruh beli dan juga tanpa ada paksaan, dan mereka semua bilang kalau ibu ditanya-tanya saya siap menolong Ibu, kata dia

Yang biasa kita pakai itu kurikulum yang biasa kita pakai sementara kita pakai kurikulum yang lama karena pengawas menyampaikan sementara kita pakai kurikulum yang ada untuk kurikulum merdeka belum ada untuk di gunakan, untuk Satu paket satu semester 8 Buku LKS, seratus dua puluh Ribu, tambahnya.

Kurikulum Merdeka itu kan belum sepenuhnya ada dan digunakan, masih berbarengan, memang LKS itu dibeli seratus dua puluh pak dan belinya memang di Bu Asma, untuk murid murid.

“Kalau mengajar Bu Asma saya bisa katakan tegas bukan kasar beda loh pak Kasar dan tegas,” ucap salah Satu Wali Murid yang ditemui usai Rapat di kelas bersama ibu Asma

 

 

Pewarta :  Shem Mitrapol

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.