Diancam 5 Tahun penjara tersangka KDRT tidak ditahan, ini penjelasan Polres Jakarta Barat

MITRAPOL.com, Jakarta – Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang ditangani Polres Metro Jakarta Barat jadi sorotan, lantaran tersangka berinisial D tidak ditahan.

Diberbagai media online, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Joko Dwi Harsono menyebutkan, seorang tersangka tidak harus ditahan selama proses penyidikan jika memenuhi sejumlah faktor.

“Alasan penahanan itu biasanya karena tersangka melarikan diri, menghilangkan barang bukti, dan mengulangi perbuatan,” kata Joko dilansir dari beberapa media online, Rabu (31/8).

Dalam kasus KDRT yang menimpa MMS, menurut Joko, tim penyidik menilai bahwa tersangka D tidak melakukan hal-hal yang menghambat penyelidikan dan penyidikan

Penyidik punya alasan untuk tidak melakukan penahanan, yaitu adanya permohonan dari pihak tersangka untuk tidak ditahan. Alasannya, selama proses penyidikan, yang bersangkutan kooperatif, artinya diundang datang dan tidak lari,” jelas Joko.

Selain itu, penyidik juga mempertimbangkan unsur kemanusiaan, yakni tersangka yang masih mengasuh keempat anaknya.

“Selain itu, yang bersangkutan juga mengasuh empat orang anak yang masih kecil-kecil. Dan status kedua pihak, terlapor maupun pelapor (korban dan tersangka), masih suami istri. Sementara, anak-anaknya diasuh oleh suaminya,” kata Joko.

“Perlu diingat, tersangka itu masih disangka, dia belum tentu salah, belum tentu benar. Yang menentukan siapa yang salah dan benar itu pengadilan. Polisi hanya menjalankan prosesnya,” pungkas Joko.

Untuk diketahui, dalam Undang-Undang KDRT, tersangka D bisa terjerat dengan Pasal 4 dimana ancamannya 5 tahun penjara.

Namun, terkait penerapan Pasal, hingga berita ini diturunkan, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Joko Dwi Harsono belum menjawab pertanyaan awak media.

 

 

DR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.