Witra SIP minta Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang panggil Kepsek Dadap 3

MITRAPOL.com, Kabupaten Tangerang Banten – Berita tentang oknum Guru SDN Dadap 3 yang menjual buku LKS seharga Ratusan Ribu per paket menjadi sorotan dari salah satu pengamat pendidikan dari kalangan warga Sipil, yang geram dengan sikap oknum Guru SDN Dadap 3 yang diduga kuat mengambil keuntungan pribadi dari jabatannya sebagai seorang Guru.

Berita itu sempat viral dengan Judul : https://mitrapol.com/2022/08/27/dugaan-jual-beli-lks-kepsek-akui-itu-dilakukan-oknum-guru-sdn-dadap-3/

Disitu jelas diberitakan, Kepala sekolah SDN Dadap 3 Kosambi kabupaten Tangerang mengakui adanya jual beli LKS yang dilakukan oleh salah satu oknum Guru Sekolah tersebut.

Namun hingga kini belum ada tindakan dari pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang padahal jelas apa yang dilakukan oleh oknum Guru SDN Dadap 3 menyalahi prosedur serta menubruk Perpres yang sudah diatur

Menurut Witra SIP, apapun alasannya, apa yang dilakukan oleh oknum Guru SDN Dadap 3 jelas sangat menyimpang dari apa yang sudah ditetapkan dalam Perpres.

“Ada 13 komponen yang dibiayai oleh dana BOS yakni: pengembangan perpustakaan, kegiatan penerimaan peserta didik baru, pembelajaran dan ekstrakurikuler, ulangan dan ujian pembelian bahan habis pakai, langganan daya dan jasa, perawatan/rehab dan sanitasi, Pembayaran honor bulanan, pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan, membantu siswa miskin, pengelolaan sekolah, pembelian dan perawatan komputer; dan biaya lainnya. Biaya lainnya yang dimaksud misalnya pembelian peralatan UKS dan darurat bencana,” ungkapnya, Kamis (01/09/22).

Jadi jelas pihak Sekolah tidak boleh ada dengan alasan apapun untuk mencari uang dari murid-murid yang menimba ilmu di Sekolah Dasar tersebut,

Kegiatan tersebut masuk ke salah satu kategori dari 47 jenis pungli di Sekolah, yaitu :

1. Uang pendaftaran masuk 2. Uang komite 3. Uang OSIS 4. Uang ekstrakurikuler 5. Uang ujian 6. Uang daftar ulang 7. Uang study tour 8. Uang les 9. Uang buku ajar 10. Uang paguyuban 11. Uang syukuran 12. Uang infak 13. Uang fotokopi 14. Uang perpustakaan 15. Uang bangunan 16. Uang LKS 17. Uang buku paket 18. Uang bantuan insidental 19. Uang foto 20. Uang perpisahan 21. Uang sumbangan pergantian Kepsek 22. Uang seragam 23. Uang pembuatan pagar dan bangunan fisik 24. Uang pembelian kenang-kenangan 25. Uang pembelian 26. Uang try out 27. Uang pramuka 28. Uang asuransi 29. Uang kalender 30. Uang partisipasi peningkatan mutu pendidikan 31. Uang koperasi 32. Uang PMI 33. Uang dana kelas 34. Uang denda melanggar aturan 35. Uang UNAS 36. Uang ijazah 37. Uang formulir 38. Uang jasa kebersihan 39. Uang dana sosial 40. Uang jasa penyeberangan siswa 41. Uang map ijazah 42. Uang legalisasi 43. Uang administrasi 44. Uang panitia 45. Uang jasa 46. Uang listrik 47. Uang gaji guru tidak tetap (GTT

Presiden RI Joko Widodo telah menerbitkan ”Perpres Nomor 87 Tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar”. Berdasarkan Perpres ini, Pemerintah RI telah memberikan legalitas kepada Satgas Saber Pungli untuk memberantas praktek Pungli di Indonesia, Kenapa masih dilanggar Juga jelas ini menentang aturan, Saya berharap kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang untuk Tegas menindaklanjuti Hal tersebut Panggil Kepala Sekolah dan berikan sanksi Tegas atas apa yang dilakukan oleh oknum Guru SDN Dadap 3,” Tegas Witra SIP saat di hubungi via WhatsApp

Disisi lain saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu, Ketua Koordinator wilayah Kosambi Bidang Pendidikan, H. Maun, mengatakan,”Masya Allah, terima kasih informasinya dan bahkan setiap pertemuan kepala sekolah dan guru sudah di informasikan terkait penggunaan LKS dan Insya Allah kita koordinasi dengan kepala sekolah nya dan tetap infeksinya dari Bapak sangat diharapkan demi kemajuan kosambi sekali lagi terimakasih semoga Bapak sehat selalu,” jawabnya melalui Chat WhatsApp

“Insya Allah saya ke SD cari solusi/kordinasi yang terbaik Maaf sementara ini saya blum ada di tempat masih di kantor bakti Curug,” pungkasnya.

 

 

Pewarta : Shemy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.