Ketua DPR RI Puan Maharani Tabur Benih Sembari Kenakan Ulos Penutup Kepala

MITRAPOL.com, Toba – Ketua DPR RI Puan Maharani taburkan benih padi di lahan sawah yang ada di Desa Baruara, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba pada, Jumat (02/09/22).

Saat tabur benih padi, ia terlihat mengenakan pakaian serba hitam dan ulos sebagai penutup kepala. Direncanakan, Puan Maharani akan sambangi Desa Baruara, Kecamatan Balige untuk penanaman jagung. Usai menanam padi, Puan meninjau Kampung Ulos Pintu Batu, Silaen dan Pasar Balige. Selanjutnya, ia akan sambangi Pasar Balairung Balige dan melihat tenun ulos di pendopo Rumah Dinas Balige.

Pasca turun dari mobil, ia telah menggunakan sepatu boot berwarna hitam dan segera sambangi para petani yang sudah standby berjam-jam di lokasi penaburan benih padi.

Di lokasi, ia terlihat bercengkrama dengan para petani padi. Kader PDI Perjuangan di lokasi mengajak masyarakat sambut kehadiran Puan Maharani dengan suarakan “merdeka”.

Kedatangan putri Presiden RI kelima didampingi Ketua Komisi V DPR Lasarus dan Wakil Ketua Komisi X DPR Agustina Wilujeng Pramestuti.

Turut hadir para ‘Legislator Senayan’ dari dapil Sumut, Djarot Saiful Hidayat, Sihar Sitorus juga Trimedya Panjaitan dan Jumimart Girsang. Walikota Medan Bobby Nasution, Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting, Kepala Daerah kader PDI Perjuangan dan para Anggota DPRD Sumut.

Kepada awak media, Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting mengatakan, Puan Maharani menginstruksikan kepada seluruh kader khususnya para legislator dan kepala daerah untuk turun ke grass root.

“Kami diminta Mbak Puan untuk terus ke akar rumput, menyapa rakyat, merasakan denyut nadi dan suara hati para marhaen,” ujarnya.

Baskami mengatakan, kunjungan cucu Presiden Pertama RI itu, sekaligus memberi contoh kepada para kader, bagaimana untuk mewujudkan visi dan misi partai ke depan.

“Menabur benih ikan, menanam bibit padi, meninjau sentra UMKM, berkunjung ke pasar tradisional. Hal itu semata-mata bahwa PDI Perjuangan terus berkomitmen dengan kesejahteraan rakyat,” tambahnya.

Menurut Baskami, nelayan, petani kecil pedagang kecil, pegawai kecil merupakan ‘ marhaen’ yang disebutkan Bung Karno. “Marhaen, wong cilik. PDI Perjuangan merupakan partai wong cilik,”imbuhnya.

Baskami juga menyampaikan rasa terimakasihnya, kepada Puan Maharani atas kepeduliannya ke warga Sumatera Utara.

 

Pewarta : Abdi S

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.