Memprihatinkan, Janda tua jadi korban pembodohan, 70 gram Emasnya belum dikembalikan oknum mantan Kades

MITRAPOL.com, Pandeglang Banten – Seorang Janda (57) warga Kp. Diruang, Rt 020/RW 005, Desa Caringin, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang Banten ini merasa kebingungan dan merasa dibodohi oleh oknum mantan Kepala Desa Caringin.

“Yah saya merasa ditipu dan dibodohi oleh oknum mantan Kepala Desa Caringin yang pada tahun 2010 pernah menggadekan Sawah Bengkok sebanyak 11 titik ke orang lain sejumlah 65 gram emas murni, dan saya dibujuk untuk dipindah gadekan dan minta 70 gram emas murni,” ujarnya, Kamis (1/9/22).

Lanjut sang Janda,”Saya tidak tau akan seperti ini pak, karena saya orang awam dan memang keseharian saya adalah petani digadelah sawah tersebut sebanyak 70 gram emas murni.”

Ketika saya mau minta emas saya yang 70 gram itu, pada tanggal 31 juli 2019 mantan Kepala Desa membuat pernyatan yang ditandatangani oleh Kepala Desa yang sekarang pak Kosim yang mengatakan siap mengembalikan emas 70 gram emas murni untuk menebus Tanah Bengkok berupa sawah sejumlah 11 kotak (sawah besar dan sawah kecil) yang terletak di Blok Surog dan menjanjikan pengembaliannya Empat Bulan setelah surat ditanda tandatangani, tapi sampe sekarang tahun 2022 tidak ada realisaasinya dan saya merasa ditipu, terang Janda tua ini.

Mitrapol.com mencoba mengali informasi dari mantan Lurah, Kosim yang membenarkan telah menandatangani dan membuat pernyataan siap mengembalikan emas 70 gram emas murni.

Seakan berkelik dan tidak mengakuinya Kosim menjelaskan, itu dulu dari Kepala Desa sebelum saya pak, Sawah Bengkok itu digadai ke orang lain sebanyak 65 gram emas murni dan karena penggadai butuh uang, maka saya carikanlah penggadai yang baru yaitu Ibu Sarimah sejumlah 70 gram emas murni yang dimana 5 gramnya saya pergunakan untuk perbaikan Kantor Desa, jelasnya.

Ketika dipertanyakan untuk pengembalian emasnya kapan, Kosim mengatakan nanti saya tanyakan dulu yang mempergunakan emas tersebut dan dirinya hanya memakai 5 gram saja.

Jujur saja pak, saya tidak mengetahui isi surat pernyataan itu, saya hanya tanda tangan dan yang membuat surat tersebut adalah carik dijaman saya menjabat,ucap Kosim seakan memberika alasan untuk menyelamatkan diri, kelitnya.

Di tempat terpisah, Yayan, Sekjen LSM SANRA (Sayap Amanah Nusantara) DPW Banten memberikan tanggapan bahwa dirinya merasa kasihan atas apa yang dirasakan oleh ibu Sarimah.

“Ia kasihan pak, kami selaku Lembaga Swadaya Masyarakat yang dimintai bantuan untuk mendampingi ibu Sarimah ini akan mengusut dan membantu untuk membela hak yang seharusnya milik ibu ini,” terang Yayan.

Sangat lucu dan di luar logika, jawaban pak Kosim selaku mantan Kades yang jelas membuat pernyataan dan menandatanganinya di atas materai pada tahun 31 juli 2019, ko bisa-bisanya pak Kosim ini mengelak dengan mengatakan bahwa yang membuat pernyataan pengetikan adalah Carik di zaman dia menjabat dan tanpa dia baca apa isinya, masih bisa berkelok pak Kosimnya, apa memang permasalah tersebut akan selesai dengan membelok belokkan jawaban, tanya Yayan.

 

 

 

Pewarta : RS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.