Diduga Langgar Perarturan Pemerintah, PT BDL belum lengkapi surat Izin Beroperasi

MITRAPOL.com, Sulut – PT BDL diduga membohongi masyarakat lingkar tambang. Pasalnya, sampai hari ini belum ada kesepakatan antara masyarakat lingkar tambang dengan PT BDL, melainkan hanya melayangkan janji palsu.

Selain banyak memberikan harapan atau janji palsu kepada masyarakat tambang, ternyata pihak PT BDL juga tidak membayar hak tenaga kerja atau karyawan.

Bahkan, muncul dugaan selama 10 tahun CSR atau Corporate Social Responsibility PT BDL tidak jelas, padahal itu adalah tanggung jawab.

“Terkait CSR kurang lebih 10 tahun tidak jelas. Selain itu tidak ada 1 orang pun mantan karyawan yang mendapat pesangon. Bahkan, ada beberapa karyawan yang sudah bekerja 12 Tahun tidak mendapatkan pesangon dengan tanda terima kasih dari BDL.

Memang ada beberapa orang yang mendapat tanda jasa, tapi itu bukan pesangon,” kata Vicky Ilam sebagai Ketua Aliansi Lingkar Tambang,

Pria kelahiran Desa Mopait ini menambahkan, setelah adanya aksi demo pelonakan terhadap PT BDL yang dilakukan masyarakat lingkar tambang pada tanggal 18 Agustus 2022, langsung ditindaklanjuti oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Desa Mopait.

Pertemuan antara Pemdes Desa Mopait dengan pihak PT BDL bersama masyarakat lingkar tambang itu pun berlangsung di balai Desa, pada tanggal 19 Agustus. Tapi, pertemuan itu rupanya belum ada kesepakatan antaran PT BDL dengan masyarakat yang menggelar aksi demo penolakan.

“Hasil tidak ada malam itu, karena pihak PT BDL yang hadir cuma HRD BDL yang katanya tidak punya wewenang untuk mengambil keputusan. Tapi, HRD PT BDL malam itu berjanji dalam 1 Minggu akan menghadirkan Bos BDL agar bisa menjawab keluhan masyarakat. Tapi sampai hari ini sudah hampir 2 minggu tidak ada tanda-tanda,” ujarnya.

“Jadi sampai hari ini, terkait aksi tanggal 18 lalu belum ada kesepakatan dari pihak BDL dengan Aliansi lingkar tambang. Sampai hari ini kami masih menolak PT BDL karena belum ada keputusan, apa lagi belum ada kabar cuma janji-janji,” tambahnya.

Dengan begitu, menurut Ketua Aliansi Lingkar Tambang dan juga sebagai perwakilan masyarakat, PT BDL dinilai tidak menguntungkan masyarakat lingkar tambang.

Hal itupun langsung ditanggapi Kepala HRD PT BDL yakni Ronald Saweho. memastikan jika hal itu tidaklah benar.

Perlu saya jelaskan bahwa kami manajemen PT BDL yang baru terhitung sejak November 2021 sampai sekarang, kalau kemudian ada mantan karyawan yang tidak mendapatkan pesangon dari kami itu tidak benar.

“Mungkin yang bersangkutan bekerja sebagai karyawan pada perusahaan manajemen yang lama, sebelum kami ambil alih seluruh saham pada November 2021,” kata Ronald, saat dihubungi media ini, Sabtu 3 September.

“Saat dikonfirmasi oleh Media Mitrapol, Ronald Saweho selaku Kepala HRD PT BDL menjelaskan, semenjak PT BDL berpindah tangan saham pada tahun 2021 banyaknya perubahan yang dilakukan perusahaan dan untuk upah pekerja disini senilai, Rp 3,5 juta perbulannya,” kata Ronald

Disinggung masalah legalitas perusahaan oleh media pihak perusahaan menjawab, Terkit masalah legalitas perusahaan PT BDL hingga saat ini belum ada dan masih dalam tahap proses pengurusan surat surat izin dari kementerian.

“Ia untuk saat ini PT BDL masih proses dalam pengurusan izin usaha di kementerian dan untuk saat ini pihak perusahaan tidak beroperasi selama legalitas blm ada,” kata Ronald.

Menurutnya, terkait hasil pertemuan setelah adanya aksi Demo penolakan terhadap PT BDL semua ada di Pemdes Mopait, sebagai penyelenggara acara pertemuan.

Tidak ada janji pada saat pertemuan, saya bilang saya akan komunikasikan dengan Top Manajemen terkait salah satu permintaan dari pihak pendemo. Permintaan tersebut diluar 5 point yg menjadi dasar mereka lakukan aksi damai waktu itu,” ujarnya.

“Dan acara pada waktu itu belum selesai, tapi pihak pendemo sudah keluar meninggalkan tempat pertemuan,” tambahnya.

Aksi keluar ruangan itu sebagaimana disampaikan Kepala HRD PT BDL, sebelumnya beredar di media sosial Facebook. Berdasarkan postingan dalam akun Facebook dengan nama akun Vicky Ilam.

“PEMDES MERESPON CEPAT AKSI Demo Kemarin Tgl 18, luar biasa syukur mo anto. Aksi keluar ruangan itu adalah aksi sebagian kekesalan KPD PT BDL, karna tidak ada yang bisa memberi keputusan malam ini. #tolakbdl,” tulis Vicky Ilam dalam akun Facebooknya.

Hingga saat ini, Kepala Desa/Sangadi Desa Mopait belum memberikan tanggapan terkait aksi demo penolakan PT BDL.

Hingga berita ini di tayangkan Upaya konfirmasi terus akan dilakukan kepada pihak Pemdes Mopait dan perusahaan PT BDL.

 

Pewarta : Chandra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.