Kades Cipining gotong royong bersama masyarakat di Jalan Kabupaten

MITRAPOL.com, Lebak Banten – Penduduk Indonesia dikenal sebagai penduduk yang ramah di mata bangsa lain. Di samping itu juga, Indonesia terkenal dengan budaya gotong royong, khususnya di pedesaan.

Budaya gotong royong sangat dikental dengan masyarakat Desa Cipining Gotong royong solidaritas sosial merupakan bentuk kepedulian atau keprihatinan seseorang terhadap orang lain,

Sehingga ia rela memberikan waktu, tenaga atau pikirannya untuk orang lain. Budaya inilah yang masih dipegang oleh masyarakat desa di Indonesia pada umumnya. Sebagai contoh,di desa tempat saya berada yaitu di Desa cipining kecamtan Curug Bitung kabu paten lebak Minggu (11/5/22).

Biasanya, ketika ada salah satu tetangga yang sedang membuat/membangun rumah (sebagai tempat tinggal), pasti tetangga-tetangga di sekitarnya tidak tinggal diam. Mereka berbondong-bondong datang untuk membantu mulai dari anak-anak sampai orang tua.

Mereka akan membantu dan tidak mengharapkan upah sama sekali. Singkatnya, jika terdapat suatu kegiatan yang diadakan oleh kades kasta wijaya misalnya, yang lainnya turut serta untuk membantunya. Entah itu membantu dengan materi, pikiran, maupun tenaganya. Sungguh, mulia hati mereka. Mau membantu dan berbagi antar sesama.

Contoh lain, ketika ingin membangun/merenovasi tempat ibadah.pembersihan jalan Yang terlihat penuh dengan rumput adalah semangat mereka untuk bekerja sangat luar biasa. Mulai dari anak-anak sampai orang tua semuanya pasti ikut terlibat. Bahkan, yang membuat saya bangga terhadap kebiasaan masyarakat desa cipining

ia para perempuan juga ikut andil. Remaja putri dan ibu-ibu, biasanya menyediakan makanan untuk para lelaki yang bekerja tersebut. Namun, ada juga yang membantu mengangkut pasir, batu bata, dan bahan materil lainnnya.

Dengan adanya budaya gotong royong ini, maka hubungan persaudaraan dan kekeluargaan di antara mereka pun semakin terjalin harmonis.

Saya membayangkan, bagaimana seandainya kebiasaan-kebiasaan tersebut dilakukan oleh seluruh masyarakat cipining dan blongsong ,karena memang budaya gotong royong di masyarakat kampung sekarang kelihatannya sudah mulai kopratif dan baik.ujarnya

ucafan kades kasta wijaya sangat berterima kasih terhadap warga kami yang sudah ikut gotong royong dan membantu segala rupa.dari waktu dan tenaga pikiran.

Sungguh indah dan bahagia rasanya. Jika hal demikian bisa direalisasikan dan menjadi kebiasaan, maka bisa jadi gejala-gejala, seperti: kekerasan, sikap apatis acuh tak acuh siapa lho siapa gue, dan lainnya bisa diminimalisir bahkan mungkin tidak ada, ungkapnya

 

 

Pewarta : Mad/Jul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.