Penemuan Lumba-lumba terdampar penuh luka di Perairan Jepara

MITRAPOL.com, Pandeglang Banten – Kementerian Kelautan Perikanan melalui Loka Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (LPSPL) Serang Satuan Kerja Semarang melaksanakan kegiatan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) bertempat di Pantai Bondo, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara setelah adanya laporan seekor lumba-lumba yang terdampar di pesisir Jepara.

LPSPL Serang sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) KKP di bawah Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (DJPRL) mengemban tugas dan fungsi sebagai pelaksana pengelolaan yang meliputi perlindungan, pelestarian, dan pemanfaatan sumber daya pesisir, laut, dan pulau-pulau kecil yang berkelanjutan telah membentuk Tim Respon Cepat untuk dapat melakukan penanganan kejadian Biota Laut Terdampar yang salah satunya kejadian lumba-lumba kali ini.

Berdasarkan dari keterangan warga yang awal menemukan bahwa pada Jumat pagi tanggal 2 September 2022 bertempat di Pantai Bondo, Desa Bondo Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, sepulang memancing menemukan seekor lumba-lumba terdampar dengan kondisi sudah mati dan terdapat luka di tubuhnya.

Oleh warga setempat, lumba-lumba tersebut dikembalikan ke tengah laut dengan harapan agar terbawa arus. Hal ini dikarenakan masyarakat khawatirkan bangkai tersebut akan menimbulkan bau.terang Wiara selaku salah staf LPSL Serang. Senen,12/9/2022.

Lanjutnya, Namun, pada Sabtu pagi, lumba-lumba tersebut ditemukan kembali di pantai tidak jauh dari lokasi awal. Menurut masyarakat setempat, luka yang dialami lumba-lumba bukan diakibatkan oleh tindakan manusia, karena masyarakat sendiri dengan kearifan lokalnya masih melindungi lumba-lumba.

Bahkan, jika ditemukan lumba-lumba yang tertangkap, akan mereka lepaskan kembali. Masyarakat menyimpulkan luka tersebut diakibatkan karena terkena jaring, karang, dan kemungkinan terbesar terkena kipas/baling-baling kapal.paparnya.

Adapun kondisi lumba-lumba tersebut sudah cukup buruk, perut yang sudah pecah karena pembusukan mengakibatkan isi perut keluar.

Hari Minggu pagi 4 September 2022, dilakukan penguburan di sekitar Pantai Bondo, tak jauh dari lokasi ditemukannya lumba-lumba tersebut. Penguburan dilaksanakan oleh personil dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam, Dinas Lingkungan Hidup, dan Bhabinkamtibmas Polsek Bangsri serta disaksikan oleh warga setempat. Setelah dilakukan verifikasi jenis ikan melalui dokumentasi foto, kemungkinan lumba-lumba tersebut masuk dalam jenis lumba-lumba hidung botol (Tursiops aduncus) dengan panjang sekitar 160cm dan berat sekitar 100kg.

Lumba-lumba jenis Tursiops aduncus sendiri dilindungi penuh secara nasional dalam aturan nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018. Dalam regulasi nasional, dilindungi penuh berarti perlindungan dilakukan pada seluruh tahapan siklus hidup termasuk segala bentuk dari bagian tubuhnya. Secara internasional, lumba-lumba hidung botol termasuk ke dalam Appendix I CITES yang berarti segala bentuk perdagangan internasional hewan tersebut dilarang.

Sementara itu dari kejadian ini, Kepala Loka PSPL Serang, Pak Syarief Iwan Taruna Alkadrie, S.T., M.Si mengharapkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat pesisir mengenai biota laut yang dilindungi agar tidak ada lagi kesalahan dalam menangani kejadian seperti mamalia laut terdampar seperti ini. Beliau berharap masyarakat dapat ikut menjaga kelestarian biota laut dilindungi agar keberlanjutan populasinya terus terjaga sebagaimana komitmen Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono untuk menjadikan kesehatan laut dan ekologi sebagai pilar dalam mewujudkan kesejahteraan bangsa dan generasi mendatang.

 

 

Pewarta : Royen Siregar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.