Terindikasi ada tindak Korupsi, Proyek gedung SMAS Ma’arif NU 5 Purbolinggo Lamtim patut diawasi

MITRAPOL.com, Lampung Timur – Pekerja pembangunan gedung yang menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) bersifat Swakelola Sekolah Menengah Atas Swasta (SMAS) Ma’arif NU 5 Purbolinggo Lampung Timur, diduga syarat Mark Up dan abai manajemen keamanan, kesehatan, dan keselamatan kerja (K3).

Pantauan Mitrapol.com di lokasi proyek pembangunan gedung pada lantai tiga oleh Panitia Pembungan Sekolah (P2S), terlihat sejumlah pekerja tidak mengenakan alat pelindung diri
sesuai standar. Padahal itu menjadi kewajiban pada setiap pembangunan proyek sesuai Undang-Undang Nomor 1/1970 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Namun, sepertinya Kepala SMAS Ma’arif NU 5 Purbolinggo Lamtim dan Panitia Pembangunan Sekolah (P2S) selaku penanggung jawab seperti abai dan tutup mata akan hal ini.

Selain itu, dalam pembangunan gedung sekolah SMAS Ma’arif NU 5 Purbolinggo Lamtim, tersebut ditemui hal-hal yang sangat ganjil lainnya sebagai berikut :

– Lokasi pembangunan tidak ada papan informasi tentang pembangunan, sumber dana dan nilai anggaran.

– Akses pengawasan menuju lantai tiga setinggi 12 meter dibuat hanya tangga darurat dan menyulitkan pihak-pihak dalam pengawasan. Sehingga menimbulkan dugaan bahwa Kepala sekolah SMAS Ma’arif NU 5 Purbolinggo Lamtim, selaku kuasa pengguna anggaran (KPA) telah melakukan mark up anggaran.

Saat ditemui, Ketua Panitia Pembangunan Sekolah (P2S) SMAS Ma’arif NU 5 Purbolinggo Lamtim , Maryanto membenarkan adanya sejumlah pekerja pembangunan gedung sekolah yang tidak memakai alat pelindung diri (K3).

“Semua sudah diberi tau, ini sudah dibeliin semua. Tinggi gedung ini dua belas meter,” jawab Maryanto didampingi Kismo selaku Waka Kesiswaan pada wartawan, Senin (12/9/2022).

Maryanto menambahkan, bahwa pembangunan gedung sekolah yakni peningkatan terbagi atas beberapa item pekerjaan dan jumlah pekerja dalam tersebut.

“Pembangunan ini DAK fisik dua kelas dan satu lab kimia. Kalau yang kerja dan dihitung dengan mesin ada sepuluh orang dan Ini sudah masuk termin satu. Itemnya termasuk mobeler didalamnya,” tambahnya.

Terkait adanya tangga darurat akses menuju lantai tiga gedung sekolah setinggi 12 meter yang cukup berbahaya. Maryanto justru berdalih akan segera membuat tangga. Sebagai jawaban pembangunan gedung di lantai tiga dikarenakan pihak sekolah tidak mempunyai lahan lainnya.

“Besokkan tangga dibuat, bisa kok kita naiknya dan lahan sekolah kita lainnya enggak ada,” terangnya.

Pada kesempatan itu, Kismo Waka kesiswaan juga menerangkan jika tidak mengetahui secara rinci tentang proses pembangunan gedung sekolah. Akan tetapi hanya ikut dalam struktur kepanitiaan pembangunan tersebut.

“Kayaknya saya ikut jadi panitia, kalau nilai pasnya saya enggak paham. Bunyinya itu lab kimia dan pembangunan ini satu titik dilantai tiga dan Kepala sekolah pak Suherman tidak ada ditempat,” tutupnya.

Perlu diketahui, bahwa SMAS Ma’arif NU 5 Purbolinggo Lampung Timur, pada tahun 2022 menerima bantuan anggaran dari pemerintah melalui Dinas Pendidikan Provinsi Lampung untuk pembangunan gedung sekolah bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Reguler Revitalisasi senilai Rp. 854.944.000.

 

 

Pewarta : MM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.