Tentang adanya permintaan keterbukaan pemasukan daerah yang bersumber dari JRBM,, Ini Penjelasan Kepala BKD Bolmong

MITRAPOL.com, Bolmong – Menjawab pertanyaan kebeberapa pihak Media terkait Royalti dan Iuran Tetap perusahaan pertambangan yang ada wilayah Bolaang Mongondow (Bolmong) yakni PT. J Resousess Bolmong, mendapat respon dari Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Seriyanto, ST. Kamis 15 September 2022

Tentang adanya permintaan keterbukaan pemasukan daerah yang bersumber dari JRBM, Kaban BKD Bolmong Seriyanto, ST. Kepada media Mitrapol menjelaskan untuk tahun ini Royalti dan iuran tetap yang masuk sudah 2 Tahap.

“Untuk tahun ini sudah Tahap 2 yang di setorkan kedaerah dan masih dalam tahap rekonsiliasi dengan pihak kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) selanjutnya ke Kas Negara atau Pusat,” jelas Seriyanto.

Seriyanto pun membeberkan royalti dan iuran tetap yang sudah masuk ke kas daerah.

“Untuk tahun ini tahap I. royalti dan dari bulan Januari sampai bulan Maret 2022 khusus Bolmong yang masuk ke kas daerah, Royalti berjumlah Rp 41,2 Miliar dan iuran tetap Rp 915,6 Juta untuk tahun 2022. Dan royalti tahap ke II bulan April sudah masuk ke kas daerah berjumlah 5,67 Miliar. Sehingga di total berjumlah 46,87 Miliar,” bebernya.

Terkait mekanisme pembagian hasil itu kewenangan Pusat karena royalti masuk kategori Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dan untuk pembagiannya diatur oleh Peraturan Menteri Keuangan (PMK).

JRBM tidak ada DBH, Adanya royalti atau disebut Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari perusahaan setiap kali produksi yang disetorkan perusahaan ke pusat selanjutnya pusat melakukan rekonsiliasi keuangan oleh kementerian (ESDM) sebagai pengelola pertama selanjutnya di kementerian keuangan,” ungkap Seriyanto.

Selanjutnya Seriyanto menyampaikan bahwa pembagian adalah kewenangan pusat setelah melalui PMK dan sesuai peraturan perundang-undangan.

“Setelah selesai melakukan rekonsiliasi, oleh pusat melakukan pembagian ke pusat, provinsi dan daerah melalui PMK. Dan untuk daerah produksi tentunya mendapat pembagian lebih banyak dari daerah lain yang ada di provinsi Sulawesi Utara (Sulut) berdasarkan perundang-undangan yang berlaku,” ucapnya.

Adapun untuk royalti dibayarkan kedaerah nanti di tahun berikut, Dan untuk aliran dananya di salurkan lewat pembangunan fisik maupun non fisik,” tutup Seriyanto.

Terkait Membagikan royalti dan penghasilan dari iuran tetap dari tahun sebelumnya sudah direalisasikan lewat program fisik dan non fisik.

 

Pewarta : Eliz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.