Polres Brebes Ungkap Sindikat Pengedar Upal

MITRAPOL.com, Brebes Jateng – Empat Tersangka Sindikat pengedar Uang Palsu (Upal) di wilayah hukum polres Brebes berhasil di ungkap oleh satuan reserse dan kriminal (Reskrim) Polres Brebes. Jum’ah (16/09).

Adapun tersangka sindikat pengedar Upal yakni A, US, BMM, dan KD dari keempat tersangka tersebut memiliki peran masing masing dalam menjalankan modus operandinya di wilayah kecamatan sirampog Kabupaten Brebes.

Beredarnya Upal di Kecamatan Sirampog berawal dari Tersangka A yang menjual Uang palsu kepada tersangka UJ dan tersangka UJ menjual Upal tersebut kepada tersangka BMM selanjutnya Tersangka KD mengedarkan Uang palsu atas perintah tersangka BMM.

Kapolres Brebes AKBP.Faisal Febrianto menjelaskan dihadapan awak media saat konferensi press yang bertempat di Mako Polres Brebes. Jumat (16/09).

“Terungkapnya sindikat pengedar upal berawal dari laporan Korban SARIFIN (Agen BRILink Sirampog Brebes), adapun Modus operandi dari keempat sindikat uang palsu dengan Melakukan transfer uang rupiah palsu yang di campur dengan uang rupiah asli melalui BRILink ke rekening tersangka yang kemudian setelah masuk ke rekening uang diambil dengan menggunakan ATM dengan tujuan untuk mendapatkan uang rupiah asli.” Papar Faisal

Adapun kronologi kejadian peredaran uang palsu yaitu pada hari senin tanggal 08 Agustus 2022 telah terjadi dugaan tindak pidana mengedarkan uang rupiah palsu pecahan 100.000 yang terjadi di beberapa agen BRILink di wilayah Desa Benda Kec. Sirampog Kab. Brebes.

Kejadian tersebut bermula saat korban di datangi oleh Tersangka KD hendak melakukan transfer sejumlah uang dengan modus mencampur uang rupiah asli dengan uang rupiah palsu pecahan 100.000 ke rekening BRI atas nama tersangka BMM setelah berhasil melakukan transaksi tersangka KD meninggalkan di lokasi.

Dan beberapa saat kemudian korban baru menyadari ternyata uang yang di terima dari tersangka KD sebagian menggunakan uang rupiah palsu dengan jumlah 29 lembar dengan kejadian tersebut para korban mengalami kerugian uang total Rp. 2.900.000, selanjutnya korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sirampog untuk di proses.

Setelah mendapat laporan dari korban petugas reskrim polsek Sirampog bekerja sama denga Anggita Reskrim Polres Brebes langsung melakukan pengembangan dan berhasil menangkapan UJ dan A berikut barang bukti 571 (lima ratus tujuh puluh satu) lembar uang rupiah palsu pecahan 100.000 emisi 2016.

Khusus tersangka berinisial A mengaku telah melukukan aksinya selama 3 bulan dan uang rupiah palsu yang berhasil diedarkan di wilayah Jawa Barat kurang lebih sebanyak 1.200 lembar pecahan Rp 100.000,- atau senilai Rp. 120.000.000 (seratus dua puluh juta rupiah).

Barang bukti yang di dapat dari keempat tersangka tersebut antara lain berupa Uang rupiah palsu sejumlah 80.000.000 terdiri dari
600 lembar uang rupiah palsu pecahan 100.000 emisi 2016 dan 200 lembar uang rupiah palsu pecahan 100.000 emisi 1999.

Dan 3 (tiga) lembar bukti tranfer agen BRILink ke rekening atas nama tersangka BMM,
445 (empat ratus empat puluh lima) lembar BAN atau pengikat uang), 3 (dua) buah Kartu ATM, 2 (dua) buah Handphone

Untuk keempat tersangka dikenakan pasal Pasal 36 ayat (3) Jo Pasal 26 ayat (3) dan/atau Pasal 36 ayat (2) Jo Pasal 26 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang Dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara).

Sementara itu Pejabat Sementara (PS) Kasubsi Penmas Seksi Humas Polres Brebes Aipda. Sarinto Priyono menghimbau kepada warga masyarakat agar waspada terhadap peredaran uang palsu serta lebih teliti dan mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam bertransaksi jual beli dengan uang tunai untuk mengecek keaslian uang dengan metode 3 D (dilihat, diraba,dan diterawang), juga dengan menggunakan alat bantu sinar ultra violet.

 

Pewarta : Imaeel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.