Cegah stunting, pelajar SMA Negeri 1 Tiworo Tengah belajar buat martabak Daun Kelor

MITRAPOL.com, Muna Barat Sultra – Upaya mencegah stunting, pelajar SMA Negeri 1 Tiworo Tengah, Kecamatan Tiworo Tengah, Kabupaten Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara (Sultra) dilatih cara membuat martabak dari Daun Kelor, Sabtu (17/9).

Hal itu dilakukan karena tanaman Kelor atau Moringa Oleifera memiliki beragam nutrisi yang terkandung di dalamnya dan diyakini mampu mencegah stunting.

Wa Ode Sifatu, salah satu Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) UHO mengatakan, tingginya angka stunting di Indonesia menjadi perhatian serius pemerintah pusat dalam penanganan.

Lanjut dia, dalam mencegah tingginya stunting, ia bersama sejumlah akademisi melalui Forum Rektor Indonesia diberi mandat untuk menangani stunting di wilayah Sultra.

“Berdasarkan hasil penelitian kami, daun kelor menjadi tanaman yang bisa menjadi salah satu upaya untuk mencegah stunting. Program pengolahan kelor menjadi produk pangan untuk dikomersialkan juga menjadi alternatif dalam peningkatan nilai ekonomi masyarakat,” kata Wa Ode Sifatu ditemui disela kegiatan.

Kata dia, dalam pembuatan martabak kelor ini sangat mudah dilakukan. Cukup menyiapkan bahan daun kelor, telur dan tepung terigu serta satu buah blender.

“Tepung terigu, telur dan daun kelor dibuat menjadi adonan lalu dibentuk seperti dadar. Kemudian kita buat isi dalamnya dengan menumis kelor dicampur telur yang sudah dikocok. setelah itu digoreng seperti membuat martabak biasa,” terangnya.

Dia berharap seluruh siswa yang mengikuti pelatihan ini dapat mempraktekan dirumah masing-masing.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Tiworo Tengah, La Badi menyambut baik dan mendukung pelatihan pembuatan martabak kelor ini di sekolanya. Sebab, dalam penanganan stunting ini sekolah juga memiliki peran dalam pencegahan stunting.

“Untuk itu, hari ini kita mengundang Ibu Wa Ode Sifatu untuk melatih anak didik kita membuat martabak kelor. Kenapa kita undang ibu Wa Ode Sifatu ini, karena beliau yang memiliki SK dari pemerintah pusat untuk penanganan stunting,” ucapnya.

La Badi berharap pelajarnya dapat mengikuti pelatihan pembuatan martabak kelor dengan baik.

Diketahui, manfaat daun kelor untuk menjaga kesehatan tubuh sudah dikenal sejak ribuan tahun silam. Berkat kandungan berbagai senyawa di dalamnya, tanaman berkhasiat yang satu ini sering digunakan sebagai pengobatan tradisional dalam budaya Timur.

Tanaman yang banyak tumbuh di wilayah tropis ini sering dijuluki “pohon ajaib”. Kelor biasanya diambil daunnya untuk diolah menjadi berbagai minuman herbal, seperti jamu atau teh.

Dikutip dari alodokter.com, beragam nutrisi yang terkandung di dalam daun kelor meliputi:
* Protein
* Vitamin, seperti vitamin A, vitamin B2, vitamin B6, dan vitamin C
* Mineral, termasuk zat besi, kalsium, kalium, dan magnesium
Selain beragam nutrisi di atas, daun kelor juga mengandung asam amino esensial dan antioksidan.

 

 

Pewarta : Laode Abubakar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.