Terhalang Kawat Berduri, Aksi Demo Mahasiswa Ricuh di Pemkot Metro

MITRAPOL.com, Metro Lampung – Aksi demo Mahasiswa yang tergabung dalam aliansi BEM, HMI serta OKP Mahasiswa dan Sapma PP Kota Metro di depan Kantor Walikota Metro berlangsung ricuh.

Selain terhalang oleh rapatnya barisan aparat kepolisian dan Sat Pol PP, juga pagar kawat berduri didepan kantor Pemkot Metro. Adapun keinginan para mahasiswa bertemu Walikota Metro adalah untuk menyampaikan berbagai tuntutan pasca kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu.

Pada kesempatan itu, Mahasiswa meminta Walikota Metro, Wahdi berdialog secara damai dengan membuka kawat berduri serta gerbang kantor Pemkot Metro.

Akhirnya, Walikota Metro Wahdi dan Wakil Walikota Metro Bersama Kapolres Metro, Dandim 0411/KM beserta jajaran menerima aspirasi yang disampaikan oleh massa aksi dari aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kota Metro dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Menurut salah satu mahasiswa menyebut jika pemasangan kawat berduri untuk menghalau pengunjukrasa merupakan sejarah aksi demonstrasi di Pemkot Metro.

“Hari ini sejarah, jika adanya kawat berduri terpasang saat demostrasi di Kota Metro. Hari ini kami disini untuk menegakkan kepentingan rakyat atas kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat dan menolak kenaikan harga BBM,” kata Mahasiswa, Senin (19/9).

Pada akhirnya, Walikota Metro Wahdi beserta jajaran Pemkot setempat menemui peserta aksi demostrasi dan selanjutnya menyepakati penolakan atas kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh Pemerintah Republik Indonesia.

 

 

Pewarta : MM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.