Dandim Aceh Barat Kaget Diberitakan Terkait BBM Tanpa Konfirmasi

MITRAPOL.com, Banda Aceh – Dandim 0105 Aceh Barat Letkol Inf. Dimar Bahtera mengaku sangat kaget karena dirinya diberitakan terkait dengan BBM yang diduga milik oknum berseragam.

Letkol Dimar mengatakan, dalam berita yang beredar, seolah-olah wartawan yang memberitakan tentang BBM tersebut diancam oleh oknum berseragam, yang kesannya mengarah kepada TNI.

“Saya melihat kesannya, seolah-olah kami dari TNI ini melakukan pengancaman terhadap wartawan yang memberitakan tentang BBM tersebut, sehingga wartawan ini menghilang,” ungkapnya.

Kepada media, Dandim Aceh Barat itu menjelaskan, dirinya memang sempat mengajak wartawan tersebut bertemu sambil ngopi untuk menanyakan terkait berita tersebut.

“Pertama, saya ingin mengetahui siapa oknum yang disebut terlibat itu. Saya tidak ingin marwah TNI ini rusak hanya karena ada oknum yang bermain, apalagi jika wartawan yang memberitakan bahwa oknum TNI terlibat, tentu saya harus minta informasi jika itu prajurit saya,” jelasnya.

“Saya juga harus memberikan klarifikasi jika ternyata yang terlibat bukan anggota kami. Saya rasa sebagai pimpinan di Kodim, saya perlu memberikan hak jawab jika itu berita terkait dengan institusi kami,” ucapnya.

Dandim menambahkan, TNI sebagai bagian dari rakyat Indonesia, tidak ingin terlibat konflik dengan siapapun, karena tugas TNI bukan untuk bermusuhan dengan rakyat.

“Kita lahir dari rakyat, tidak mungkin kita bermusuhan dengan rakyat. Jika ada oknum anggota saya terlibat, maka akan kita proses sesuai hukum yang berlaku. Karena itu, kami berharap kepada awak media untuk memberikan ruang kepada kami memberikan klarifikasi jika berita itu terkait dengan kami,” katanya.

Dandim berharap, wartawan tidak perlu takut jika ingin konfirmasi berita atau jika Dandim ingin meminta informasi atau memberikan klarifikasi kepada wartawan.

“Jangan sampai lari menghilang seperti itu, seolah-olah kita ini penjahat. Itu melukai perasaan kami sebagai prajurit, karena kami dilatih dan dididik bukan untuk memusuhi rakyat. Rakyat adalah ibu kandung kami,” ungkapnya.

Dandim juga menjelaskan, sebelumnya ia berada di Bandung. Ketika ia tiba di Aceh berinisiatif untuk bertemu dengan wartawan itu untuk menggali informasi tentang BBM yang disebut terkait dengan oknum berseragam.

“Apakah langkah saya itu salah? Kecuali saya mengancam dia (wartawan), saya kan cuma mengajak ngopi, supaya saya bisa mengetahui apa persoalan, jika ada anggota saya yang terlibat, saya mau tau siapa. Kalau terbukti ya kita proses,” ungkapnya.

Dandim juga mengajak kepada wartawan yang lain untuk tidak terpancing dengan isu-isu yang bisa merusak hubungan baik antara TNI dengan wartawan, yang selama ini baik-baik saja.

“Seharusnya kita bermitra, saya tidak ingin ada isu tidak harmonis antara TNI dengan wartawan, kita ini sama-sama ingin menjaga bangsa dan negara kita, bukan malah bermusuhan. Karena itu saya berharap dan mengajak rekan-rekan media mari kita jaga hubungan baik ini, jangan sampai hubungan baik yang selama ini terbangun justru rusak hanya karena miskomunikasi,” tutupnya.

 

Pewarta : Hidayat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.