Warga Tejoagung Keluhkan BLT BBM tidak tepat sasaran, Kadis Sosial Rahmat : Seluruh penerima 7227 orang, kalau data pakai dari DTKS

MITRAPOL.com, Metro Lampung – Ei salah seorang warga Tejoagung, Kecamatan Metro Timur mengeluhkan Bansos BLT BBM. Pasalnya, data penerima bantuan dari pemerintah pusat itu dinilai kurang tepat sasaran.

Menurut dia, data warga yang tercatat sebagai penerima BLT BBM ini masih sama seperti data penerima BNPT dan PKH. Ia berharap BLT BBM ini mempunyai data baru agar bantuan tersebut merata.

“Dengan ada nya bantuan dari pusat yg melalui kementrian, di karnakan adanya kenaikan BBM, cuma ada yang di sayangkan bantuan BLT tersebut di duga banyak yang tidak tepat sasaran bagi kami. Selain itu juga dugaan saya ada pilih kasih nya dalam penerapan ke bawah. Data penerimanya masih sama dengan BNPT dan PKH, oleh karena itu saya tidak sepakat,” ungkap Ei yang tidak dituliskan namanya melalui pesan WhatApp beberapa waktu lalu kepada Mitrapol.com, Rabu (21/9).

Bahkan dirinya, menduga ada permainan agar tidak sulit kembali mendata penerima – penerima oleh pihak dinas terkait.

” Apakah dari pihak dinas yang terkait atau dari perpanjangtanganan dari dinas. Sekali lagi kami selaku rakyat/ warga sangat – sangat kecewa dugaan adanya bantuan BLT BBM yang tidak tepat sasaran ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Rahmat selaku Kadis Sosial Metro, mengatakan jika bantuan BLT BBM terkait pendataannya melalui pusat langsung.

” Bantuan sudah selesai, pendataan langsung by name,by adress. Ada sekitar 7.227 orang penerima bantuan BLT BBM, tersebar di lima kecamatan, 22 kelurahan di Kota Metro,” ungkap Rahmat, melalui sambungan telpon, Rabu (21/9).

Lebih lanjut, Rahmat juga menjelaskan tentang jumlah nominal dan tahapan proses pembayaran BLT BBM di Kota Metro.

” Jumlahnya yang diterima 300 ribu, semuanya 600 ribu selama empat bulan. Perbulan 150 ribu. Tahap pertama di bayarkan dua bulan jadi 300 ribu pada bulan September dan Oktober. Terakhir dua bulan dibayarkan bulan Desember,” jelasnya.

Terkait adanya dugaan pendataan penerima BLT BBM yang diduga tidak sesuai dan tidak tepat sasaran. Rahmat mengakui, terkait pendataan melalui DTKS.

“Jadi gini, kalau data mereka itu pakai dari DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) Di kementerian Sosial itu, ada data yang memang mereka ambil dari situ. Kami hanya memberitahu kalau bantuan sudah cair, nanti mereka berangkat ke kantor pos,” tutupnya.

Diketahui, bahwa Pemerintah telah mulai menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bahan Bakar Minyak (BBM) sebagai salah satu bentuk pengalihan subsidi BBM.

Melalui, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menegaskan bahwa pihaknya terus memperbaharui dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) untuk menjamin agar penyaluran bantuan sosial (bansos) termasuk BLT BBM tepat sasaran.

Namun, diharapkan khususnya penerima bantuan BLT BBM di Kota Metro harus benar – benar merata. Tentunya, peran Dinas Sosial Kota Metro, juga harus transparan secara adil dan merata dalam pendataan. Mengingat, terdampak kenaikan BBM ini cukup dirasakan oleh seluruh masyarakat.

Kedepan, media ini juga akan menemui bidang terkait di Dinas Sosial Kota Metro, untuk mengetahui secara update data – data masyarakat penerima berbagai macam bantuan di Kota Metro.

 

Pewarta : MM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.