Masyarakat Desa Bulagor Gelar Acara Maulid Nabi 1444 H. Mari kita satukan Niat untuk membangun Pandeglang maju dan sejahtera

MITRAPOL.com, Pandeglang – Warga Kampung Pamatang Desa Bulagor Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pandeglang, merayakan hari Maulid Nabi Muhammad SAW dengan cara yang sederhana pada hari, Minggu (06/11/22)

Kembali di gelarnya acara maulid tersebut disambut antusias masyarakat setempat dan tetangga kampung, walau acara tersebut sempat terhenti karena covid, namun sekarang ada kelonggaran, masyarakat mengelarnya kembali dengan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW dengan terbuka dan meriah.

Acara maulid dihadiri penceramah Kiai Ahmad Baedowi dari Citereup beserta Qori, juga para ustadz setempat tokoh agama, tokoh masyarakat, juga hadir anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerh (DPRD) Novi, Kepala Desa Bulagor Enting Zaenudin beserta RT. RW juga masyarakat kampung Pamatang dan luar kampung lainya.

“Panitia acara ustazah Anab dalam sambutannya, mengucapkan terima kasihnya kepada para donatur dan semua masyarakat kampung Pamatang, yang sudah menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu acara maulid, juga meminta minta maaf apabila ada kekurangan baik dari segi penyambutan maupun jamuanynya serta tempatnya,” jelasnya.

Masih di acara yang sama, ketua tokoh masyarakat kampung Pamatang Ustadz Arkasan denagan nada yang menggebu-gebu ia mengajak terhadap masyarakat, kedepannya acara maulid ini diadakan disuatu tempat saja walau di kampung Pamatang ini ada tiga musolah dan satu mesjid, merilah kita bersatu satukan acara maulid ini di satu tempat yaitu masjid,

“Hayu kita bersatu kompak majukan kampung kita ini, tujukan bahwa kita bisa dan mampuh,” tandasnya.

Ditempat yang sama Dewan Novi dalam pidatonya memperkenalkan diri sebagai anggota DPRDD Kabupaten Pandeglang bertugas di komisi dua dengan membidangi perekonomian UMKM dan pertanian.

Lurah dalam sambutannya menanggapi apayang di sampaikan Dewan Novi, semoga apayang di sampaikannya bisa memberikan keinginan diinginkan masyarakat Bulagor, tentang infrastruktur akses menuju Desa Bulagor, sampai sekarang belum juga kunjung dibangun oleh pemerintah.

Lanjut ia,” Saya sudah cape berjuang mengenai infrastruktur buat ke Desa Bulagor karena itu jalan tidak bisa dibangun oleh anggaran desa kalu boleh sudah saya bangun dari dulu, maka dari itu semoga ada anggota dewan bisa membantu membangun jalan tersebut, karena itu satu-satunya akses warga Bulagor walau wilayah itu wewenang desa lain.

“Kiai Ahmad dalam ceramahnya mengajak terhadap masyarakat Bulagor agar mengikuti suri tauladan Nabi Muhammad SAW, yang begitu bijaksana dalam menjadi pemimpin umatnya, dan jmagar harus memuliakan ulama, kiai dan ustadz serta santri,” tandasnya.

Masih di tempat hal yang sama, warga yang hadir mengatakan,” saya rindu acara maulid seperti yang dulu itu karena saya merasa masih teringat kemeriahan saat itu tiap peloksok berlomba-lomba membawa makana yang paling enak dan banyak, selain itu masyarakat yang ia bawa itu akan di nilai juri sehingga masyarakat antusias membawanya ke tempat acara maulid.

Lanjut warga, saya maunya muludan di suatu tempat saja, walau di kampung kita itu tempat ibadah ada empat, tiga musolah satu masjid, jadikan satu disini di masjid jangan masing-masing di musolah, kalau dijadikan satu tempat disini suasana akan lebih meriah lagi,” pungkasnya.

Pewarta : Muklis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *