Digusur Tanpa kompensasi, Pedagang Situ Cipondoh Bereaksi

MITRAPOL.com, Tangerang – Sejumlah pedagang di situ Cipondoh kota Tangerang bereaksi, saat lapak tempat berdagang nya hendak di robohkan oleh pihak kontraktor untuk kelanjutan pembangunan penataan situ Cipondoh oleh pemerintah provinsi Banten.

Bukan tidak ingin direlokasi, tapi para pedagang tidak menerima kompensasi apapun dari pemerintah, karena lapak lapak dagang mereka harus dibongkar yang menelan biaya pada saat pembangunannya.

“Bukan tidak mendukung proyek penataan situ Cipondoh ini pak, tapi masa kita di usir gitu aja tanpa ada kompensasi. Kita juga mendirikan kios ini modal minjam, juga sebelum nya sudah ada kesepakatan dengan pemerintah kalau kita akan direlokasi, mana. sampai sekarang ngk ada dilaksanakan,” kata purba, salah satu dari 40 pedagang di lokasi kepada wartawan, (09/11/2022).

Sempat terjadi ketegangan antara pedagang dengan pihak kontraktor di lokasi, karena dengan tiba tiba sudah ada pembongkaran dilokasi. Namun bisa dikendalikan setelah dilakukan komunikasi dengan duduk bareng. Para pihak sepakat akan melakukan musyawarah tentang permintaan para pedagang untuk mendapatkan kompensasi.

Para pedagang juga mengeluhkan tentang nasib mereka. Setelah pandemi yang berkepanjangan, dengan modal pinjam dan berbunga, puluhan pedagang berusaha bangkit dengan berdagang kecil kecilan di pinggiran danau situ Cipondoh tersebut. Namun karena pekerjaan penataan yang dilakukan oleh Pemprov Banten, saat ini mereka semakin tertekan karena tidak bisa berdagang lagi dan harus kehilangan mata pencaharian karena lapak mereka akan digusur sepihak.

“Melihat situasi sulit setelah pandemi yang telah kita lalui, kita saat ini sedang mencoba bangkit dari ekonomi, Namun sudah digusur sepihak. Seharusnya ada perhatian dari pemerintah untuk melakukan relokasi terlebih dahulu dan memberikan kompensasi untuk mengembalikan sebagian modal kita saat membangun kios, dan kita hanya butuh di berikan kompensasi yang layak,” kata Bu Juju, pedagang yang kios nya hendak dibongkar.

Pemerintah provinsi Banten menggelontorkan anggaran sebesar 24, 2 miliar tahun anggaran 2022 APBD Provinsi Banten untuk penataan situ Cipondoh yang dilaksanakan PT. LBK-RKBS KSO dengan konsultan pengawas PT. Buana Cakra Konsultan, dengan pengerjaan 180 hari kalender sampai dengan Desember tahun 2022.

Saat ditemui dilokasi terhadap salah satu pihak kontraktor ‘Agung’ menyebut, kalau reaksi dari para pedagang hanya ingin mendapatkan kompensasi. Dan saat ini pihak nya sudah berkomunikasi dengan pimpinan perusahaan untuk melanjutkan musyawarah kedepan nya dalam mencari solusi.

“Para pedagang hanya meminta kompensasi dari lapak kios mereka yang mau dibongkar,” kata Agung kepada wartawan.

Hadir dari tokoh masyarakat setempat saat terjadi mediasi ‘Jacksany’ langsung membeberkan tentang kejadian itu. Dari beberapa keluhan para pedagang, dirinya menyampaikan kalau proyek pembangunan pemerintah tetap harus berjalan dengan baik, tapi jangan sampai mengabaikan aspirasi masyarakat dengan tetap mengedepankan hati nurani.

“Tindakan yang bijak harus dengan humanis. Manusia kan masyarakat kecil, jangan sampai ada jeritan hati yang memilukan dari masyarakat kecil sehingga akan mengundang simpatisan dari semua pihak sehingga akan berakibat fatal dan dapat merugikan semua pihak,“ beber jacksany.

 

Pewarta : Shem Mp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *